Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Potensi Umbul Pelem di Desa Wunut, Klaten: Pendapatan untuk Iuran BPJS dan THR Warga

Angga Purenda • Senin, 13 November 2023 | 19:43 WIB
Pengunjung sedang berenang di salah satu kolam anak di Umbul Pelem, Desa Wunut, Kecamatan Tulung.
Pengunjung sedang berenang di salah satu kolam anak di Umbul Pelem, Desa Wunut, Kecamatan Tulung.

RADARSOLO.COM - Pemandian alami Umbul Pelem, Desa Wunut, Kecamatan Tulung sedang moncer. Dalam setahun jumlah pengunjung yang datang mencapai 500 ribu orang.

Pendapatan dari kunjungan wisatawan ini bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan warga sekitar.

Umbul Pelem dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Kamulyan. Dari kunjungan wisata, menyumbang pendapatan asli desa (PADes) Rp 2,8 miliar per tahun.

”Umbul Pelem kan milik desa. Otomatis kebijakannya di tangan desa. Maka sepenuhnya dikelola BUMDes untuk kesejahteraan masyarakat Desa Wunut,” papar Kepala Desa (Kades) Wunut Iwan Sulistiya Setiawan, kemarin (12/11).

Pengembangan Umbul Pelem dimulai sejak 2016 hingga 2018. Dilanjutkan penambahan sejumlah sarana-prasarana (sarpras) penunjang secara bertahap.

Kini terdapat satu kolam dewasa dan tiga kolam anak. Dilengkapi berbagai wahana permainan yang menempati lahas seluas 1 hektare.

Pembangunan Umbul Pelem bersumber dari dana desa yang mencapai Rp 2 miliar. Kini pengembangan tersebut sudah dirasakan dampaknya oleh warga.

”Pendapatan Umbul Pelem sudah dibagi-bagi. Rinciannya 20 persen untuk pengembangan Umbul Pelem dan 55 persen untuk PAD. Sisanya dimanfaatkan untuk dana sosial seperti zakat bagi fakir miskin, serta menyantuni warga yang sakit atau meninggal dunia,” imbuh Iwan.

Pendapatan tersebut juga dialokasikan untuk dana pendidikan. Salah satunya melalui pembangunan rumah tahfidz.

Tak hanya bangunan, juga untuk biaya gaji guru mengaji, termasuk guru wiyata bakti (WB) dari berbagai jenjang sekolah.

”Juga untuk membayarkan iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi warga yang tidak terkaver. Totalnya Rp 61 juta per bulan. Jadi dalam setahun kami salurkan Rp 700 juta untuk iuran jaminan sosial,” beber Iwan.

Transparansi dan profesionalisme pengelolaan Umbul Pelem, membuat BUMDes bisa membagikan tunjangan hari raya (THR) kepada tiap kepala keluarga (KK).

Besarannya Rp 300 ribu per KK. Total 700 KK yang mendapat THR.

Sementara itu Direktur BUMDes Sumber Kamulyan Sariyanto menjelaskan, pendapatan dari pengelolaan Umbul Pelem per Oktober mencapai Rp 5,6 miliar.

Warga yang sakit dan rawat jalan selama tiga hari disantuni Rp 500 ribu.

”Warga yang meninggal dunia dapat santunan Rp 1 juta- Rp 3 juta. Kemudian yang terkover BPJS Kesehatan lebih dari 1.000 orang dan BPJS Ketenagakerjaan sekira 500 orang,” ungkapnya.

Di sisi lain, Umbul Pelem juga menyerap puluhan tenaga kerja dari warga Desa Wunut. Mereka menempati berbagai posisi untuk menunjang pelayanan kepada pengunjung. (ren/fer)

Editor : Damianus Bram
#Wisata di Klaten #umbul pelem #desa wunut