RADARSOLO.COM - Bagi pecinta petualangan, salah satu mutiara yang tersembunyi di Kabupaten Sragen adalah Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo.
Kawasan pegunungan lereng Gunung Lawu ini mempunyai panorama pedesaan yang cantik.
Desa Jambeyan bisa ditempuh sekira 30 menit atau 20 kilometer (km) dari pusat kota Sragen. Sedangkan dari Solo sekira 50 kilometer.
Perjalanan menuju Desa Jambeyan cukup menyenangkan karena ditemani pemandangan nan elok.
Di Jambeyan, warga bisa menikmati pemandangan waduk Gebyar. Jika mau sedikit usaha dengan menaiki bukit di sebelah waduk, pemandangan akan lebih indah.
Selain itu, di Desa Jambeyan terdapat sebuah mata air yang mengeluarkan air sangat melimpah.
Jika dikelola, kawasan Jambeyan bisa menjadi daya tarik wisata yang potensial. Lantaran pemerintah kabupaten menjuluki kawasan tersebut Betisrejo (Jambeyan, Jetis, dan Sukorejo) yang punya potensi wisata desa dan pegunungan.
Salah satu daya tarik di Jambeyan yakni sumber air di dekat area persawahan. Informasi yang didapat, warga menyebutnya dengan sendang Bentong.
Kabarnya kawasan tersebut akan dibangun dan diganti menjadi sendang Selo Penangkep. Saat ini dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Sekretaris Desa Jambayen Tri Joko Sulistyo mengatakan, dulu lubang dari sumber air tersebut memiliki diameter sama dengan tiang listrik.
Karena terlalu besar, maka warga sekitar berinisiatif menutup sumber air dengan menggunakan ijuk dan batu.
”Dulu sumbernya besar, sebesar tiang listrik, sama warga dikecilin, ditutup pakai ijuk dan batu kecil,” imbuhnya.
Tidak jauh di sekitar sendang, ada mata air di sebuah punden. Warga setempat menyebutnya punden Ndalem.
Saat ini dengan berkembangnya waktu, warga pun merawat sumber mata air dengan membuat bangunan di sekitarnya. Karena dimanfaatkan warga sekitar, bangunan tersebut juga diberikan penutup.
Kemudian, beberapa waktu terakhir, pihak Pemerintah Desa Jambeyan sedang membuat tampungan air.
Ternyata, warga malah menemukan sumber mata air lain, dengan debit air yang cukup besar.
Mengetahui hal tersebut, Pemerintah Desa Jambeyan pun berencana memanfaatkannya menjadi pemandian.
”Masih rencana, sumbernya akan digunakan untuk air minum, yang kedua akan dibuat pemandian. Konsepnya seperti Umbul Ponggok,” ujarnya.
Selain itu di Jambeyan terdapat Bukit Tuk Kungkung di Dukuh Sunggingan. Dengan sedikit usaha, bisa melihat pemandangan alam lewat waduk Bayut. Jalannya menanjak 500 meter.
Bukit Tuk Kungkung ini ketinggiannya sekira 380-400 meter di atas permukaan laut (MDPL). Sehingga cukup sejuk untuk bersantai dan menikmati suasana.
Salah seorang warga Sugiyono Gondrong menyampaikan, ketika cuaca cerah pada sore hari sembari menikmati matahari tenggelam, tidak kalah dengan tempat lain yang sudah terkenal. Pihaknya menjelaskan lokasi dan suasana yang sejuk banyak disukai.
”Bukit tersebut sangat potensi, masih cukup luas untuk dikembangkan. Akses ke waduk juga ada meski berupa jalan setapak,” terangnya. (din/adi)
Editor : Damianus Bram