Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Menjelajahi Candi Planggatan Karanganyar, Reruntuhan Purbakala Unik di Dekat Candi Sukuh

Niko auglandy • Rabu, 10 April 2024 | 17:15 WIB

Bangunan Situs Candi Planggatan berada di kaki Gunung Lawu. Lokasinya tak jauh dari Candi Sukuh.
Bangunan Situs Candi Planggatan berada di kaki Gunung Lawu. Lokasinya tak jauh dari Candi Sukuh.

RADARSOLO.COM - Gunung Lawu jadi salah lokasi wisata yang patut didatangi saat liburan. Kalau bicara soal lokasi wisata sejarah, ternyata di kaki Gunung Lawu tak hanya Candi Sukuh atau Candi Cetho saja yang patut dikunjungi.

Salah satu lokasi wisata sejarah arkeologis yang patut masuk lis untuk dikunjungi adalah Sitis Plangatan.k

Situs Planggatan berada di Bukit Planggatan, Dusun Tambak, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Situs ini diperkirakan pembangunannya sezaman dengan Candi Sukuh, Candi Kethek, hingga Candi Cetho.

Dari sisi bentuk Candi Planggatan Relief yang terdapat di Candi Planggatan mempunyai gaya penggambaran taktis.

Baca Juga: Terkait Jalur Wisata Candi Cetho yang Rusak, Direncanakan Diperbaiki Tahun 2024

Dalam beberapa relief di situs ini terdapat sesosok pria tengah menunggangi kuda. ternyata sesosok ini ialah seorang bangsawan yang selalu dikawal oleh dua ajudannya.

Salah satu relief juga terlihat sebuah bangunan, yang dipercaya ialah penggambaran bangunan pemujaan di sekitar Situs Candi Cetho berada.

Dari sejumlah relief yang tersisa di situs ini, ada satu relief yang cukup menarik dan menjadi petunjuk kuat mengenai pertanggalan candi tersebut. Relief itu adalah relief seekor gajah yang digambarkan secara antropomorfis (setengah hewan-setengah manusia) dalam posisi berdiri dengan belalai ke bawah dan di bagian mulutnya terdapat gambar bulan sabit, seolah-olah gajah tersebut tengah memakan buah sabit.

Baca Juga: Jalur Pendakian Gunung Lawu Via Candi Cetho dan Cemoro Kandang Dibuka, Begini Pesan Perhutani

Gajah digambarkan memakai sorban seperti seorang wiku/pendeta. Pada bagian pinggang memakai ikat pinggang yang dibuat dari lipatan kain dan pada bagian pinggang sampai lutut tertutup kain pula. 

Relief ini merupakan sebuah sengkalan memet yang jika dibaca berbunyi “Gajah wiku mangan wulan” yang jika diartikan menjadi sebuah angka tahun 1378 caka atau sama dengan 1456 Masehi. Penggambaran Gajah Wiku ini sama dengan relief yang ditemukan di Candi Sukuh.

Baca Juga: Ini Makna Sosok Arjuna dan Binatang Anjing dalam Relief Penciptaan Keris di Kompleks Candi Sukuh Karanganyar

Hanya saja relief Gajah Wiku di Candi Sukuh digambarkan tengah memakan buntut. Namun nilai sengkalan memetnya mempunyai arti yang sama yakni 1378 caka. Artinya pembangunan kedua candi ini (Planggatan dan Sukuh) mempunyai kurun waktu yang sama.

Pada bagian kanan relief Gajah Wiku ini terdapat pahatan prasasti sebanyak empat baris. Bentuk pahatan huruf prasasti ini juga sama dengan prasasti batu yang ditemukan di Candi Cetho dan Candi Sukuh.

Diantara beberapa relief yang ada salah satunya menggambarkan sengkalan memet (sandi angka tahun) berupa Gajah Wiku, yaitu sosok setengah gajah, setengah manusia dengan belali ke bawah dan memakan bulan sabit dengan pakaian seorang wiku/ pendeta. 

Relief ini dibaca “Gajah wiku mangan wulan” dan diartikan 1378 caka atau sama dengan 1456 Masehi. Selisih 19 tahun dengan Candi Sukuh yang selesai tahun 1437 Masehi.

Baca Juga: Prasasti Wonosegoro, Jejak Peradaban di Lereng Merapi-Merbabu

Pada tahun 1985 Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) yang saat ini telah berganti nama menjadi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa tengah, pernah melakukan penggalian sebanyak dua kali. Dari penggalian ini diketahui bahwa candi yang masih terpndam ini menghadap ke Barat.

Entah mengapa, setelah diketahui arah hadap candi ini, penggalian dihentikan dan batuan candi ditutup kembali.

Baca Juga: FBM Desak BPCB Selamatkan Temuan Prasasti di Kebun Tembakau Wonosegoro

Situs Planggatan memiliki total luas 4.460 meter persegi, yang dibangun pada ketinggian 910 meter di atas permukaan laut. Kini situs ini hanya menyisakan sebuah gundukkan besar, dengan beberapa batu candi terlihat di tembok luar gundukan candi ini. 

Besar kemungkinan bangunan asli dan komponen candi ini masih terpandem di dalam ataupun di sekitar gundukan bukit ini.

Lokasi situs ini cukup dekat dengan Candi Sukuh. Situs Planggatan masih sering digunakan warga sekitar untuk upacara bersih desa. (nik)

Editor : Niko auglandy
#candi #prasasti #arca