Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Menjelajahi Candi Risan Gunung Kidul: Reruntuhan Arkeologis Masa Klasik Cukup Megah Didekat Perbatasan Klaten

Niko auglandy • Kamis, 11 April 2024 | 16:41 WIB
Bangunan Candi Risan yang berada di  Gunung Kidul, Daerah Istimewa Johjakarta.
Bangunan Candi Risan yang berada di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Johjakarta.


RADARSOLO.COM - Candi Risan merupakan satu-satunya candi yang paling besar dan paling komplet artefak batu-batunya di daerah Gunung Kidul. Situs arkeologis masa klasik di Gunung Kidul lainnya banyak yang kini hanya menyisakan reruntuhan dan beberapa komponen kecil saja. 

Bentuk asli dari Candi Risan berukuran 13x13 meter. Bentuk asli candi ini sudah tidak nampak utuh lagi. 

Walau begitu kemegahannya masih bisa sedikit dirasakan, dengan banyaknya reruntuhan candinya masih berada di lokasi ini. Candi Risan dipercaya sebagai bekas saksi sejarah pelarian petinggi Majapahit dan anak buahnya dari tanah Jogja dan bersembunyi di Gunung Kidul.

Di lain sisi, Candi Risan merupakan sebuah candi beragama budha. Ada beberapa literasi yang menyebutkan candi ini dibangun sekira abad ke-3. 

Candi Risan pada 1982 baru diakui Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BPPP) DIY karena sebelumnya masih di atas tanah hak milik warga. Ada beberapa komponen candi yang berada di candi ini, seperti ratna, makara, artefik dan beberapa batu berukir. 

Sayangnya hampir semua batunya telah aus dan susah dikenali secara rinci bentuknya. Konon, nama Risan diambil dari singkatan irisan atau perbatasan wilayah. Ini bermakna sebagai batas dua Kerajaan yang menguasai wilayah ini yaitu Kerajaan Surakarta dan Yogyakarta.

Di samping candi induk, terdapat sebuah reruntuhan batu candi persegi empat. Banyak yang memperkirajan bagunanan tersebut dibangun sebagi pendopo untuk para biksu-biksu berdoa. 

Candi Risan hanya memiliki satu arca, yang yang bernama Awalukitiswar. Arca ini sempat dicuri pada Juli 1984 dan ditemukan di Singapura sembilan bulan kemudian.

Arca tersebut kini disimpan di Kantor Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala, DIY. 
Mengenai arca yang kini berada di halaman kompleks candi ini, imi adakah arca replikasi dari bentuk arca yang dulu sempat ditemukan di candi tersebut.

Ada mitos yang merebak di warga sekitar, bahwa jika ada burung yang sedang terbang di atas reruntuhan candi, maka burung itu pasti jatuh. Ada cerita pula ketika salah satu keluarga yang sedang mengadakan sebuah hajatan dan keluarga tersebut memakai salah satu batu candi untuk tungku rebus air, namun anehnya airnya tidak bisa mendidih.

Candi Risan secara geografis berada di Dusun Candirejo, Desa Risan, Kecamatan Semin, Gunung Kidul, Jogjakarta. 

Editor : Niko auglandy
#Semin #gunung kidul #Candi Risan #reruntuhan