RADARSOLO.COM-Ada sejumlah fenomena tahunan saat musim kemarau terjadi di Wonogiri.
Salah satunya, munculnya padang rumput atau savana dari dasar Waduk Gajah Mungkur (WGM) di wilayah Desa Tegalharjo, Kecamatan Eromoko, Wonogiri yang bisa menjadi tempat wisata dadakan.
Meski secara wilayah berada di Desa Tegalharjo Kecamatan Eromoko, Wonogiri, padang rumput itu juga dikenal sebagai padang rumput Glesung.
Pasalnya saat musim kemarau, padang rumput itu juga menjadi rute alternatif antara Desa Tegalharjo, Kecamatan Eromoko, dan Desa Glesungrejo, Kecamatan Baturetno, Wonogiri.
Savana itu berjarak sekira 29 kilometer arah selatan dari Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri.
Jika ingin pergi ke sana dari arah Wonogiri Kota, traveler bisa mengendarai sepeda motor atau mobil.
Waktu tempuh dengan menggunakan sepeda motor sekira 40 menit.
Kamu hanya perlu mengikuti jalan raya menuju Kecamatan Eromoko. Di tikungan sebelum Pasar Eromoko, belok ke kiri dan terus lurus.
Rute menuju savana itu cukup mudah. Hanya saja, mendekati lokasi, jalanan akan lebih berbatu.
Pasalnya merupakan jalan lawas yang rusak dan jika musim penghujan merupakan perairan WGM.
Lelahnya perjalanan akan terbayar lunas saat tiba di lokasi. Sebab di sana, traveler bakal menjumpai padang rumput yang sangat luas.
Saat sore hari, padang rumput itu kerap ramai pengunjung.
Menjadi jujukan warga sekedar untuk nyore.
Tak perlu khawatir lapar atau haus. Sebab biasanya, ada pedagang dadakan di lokasi itu. Mulai dari aneka minuman hingga makanan.
Namun ingat ya, bawa kembali sampahmu atau buang di tempat yang sudah disediakan.
Sebab jika dibuang sembarangan malah bisa mengotori dasar WGM.
Padang rumput itu akan terus ramai hingga matahari terbenam.
Banyak pengunjung yang datang ke sana hanya untuk bersantai dan menikmati sunset.
Jika beruntung, traveler juga bisa melihat warga yang bermain layang-layang dengan ukuran jumbo di lokasi itu.
Sebab, tak jarang savana itu menjadi tempat menerbangkan layang-layang. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono