RADARSOLO.COM – Ada tempat wisata baru di Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Klaten. Sebuah meseum yang bernama Omah Rojolele ini menyajikan wisata edukasi terkait pertanian Delanggu.
Museum ini hanya 10 menit dari exit tol Polanharjo. Menempati rumah milik salah satu warga di Dusun Kaibon, Desa Delanggu.
Berbentuk rumah limasan yang dipinjamkan untuk ruang pergerakan petani di Delanggu sejak 2016.
Museum terbagi dalam dua ruangan yakni ruang sejarah Delanggu dan Rojolele serta proses pertanian. Mulai pengolahan tanah, pembibitan, penanaman, perawatan, panen dan memasak nasi.
Ruangan pertama terdapat peralatan pertanian berupa luku yang biasanya digunakan membajak sawah dengan bantuan tenaga kerbau.
Luku itu milik warga setempat yang sudah lama tidak digunakan. Mengingat sudah tergantikan oleh mesin traktor.
Pada ruangan pertama ini terdapat sejumlah lukisan yang digantungkan pada dinding. Lukisan ini menceritakan terkait sejarah Delanggu dan rojolele yang merupakan komoditas padi unggulan daerah setempat.
Terlebih lagi produk beras rojolele srinuk asal Delanggu telah didistribusikan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang bekerja sama dengan Koperasi Paguyuban Warga Klaten (PWK).
Berpindah ke ruang utama yang menampilkan aneka alat pertanian tempo dulu. Baik yang masih digunakan maupun sudah tergantikan peralatan modern. Mulai dari peralatan pengolahan tanah seperti cangkul besar, pasangan, gathul dan garu.
Kemudian ada alat pembibitan dan penanaman seperti tandur blak, garisan dan tandur kentheng. Begitu juga nampan bibit, caping dan gosrok. Lalu menampilkan alat peralatan perawatan seperti semprotan, gosrok, arit, keplok dan klenthong.
Di samping itu, pengunjung juga bisa melihat alat panen seperti ani-ani, geprok dan tatakan gepyok. Lalu ada karung goni, sorokan gabah, lumping dan alu. Ada juga alat memasak nasi seperti tampah, tumbu, gentong, dandang, kukusan dan anglo.
Pada meseum juga terdapat penjelasan mengenai beras rojolele lokal Delanggu. Seluruh koleksi telah dilengkapi dengan barcode.
Pengunjung bisa memindai barcode yang mengarah ke alamat situs web tersebut. Berisikan cerita sejarah hingga penjelasan fungsi alat maupun keterangan lainnya.
”Untuk wisatawan yang hendak berkunjung ke living museum Omah Rojolele bisa mengunjung website kami di omahrojolele.org. Melalui website itu akan diarahkan kanal kontak dan reservasi. Bisa juga menghubungi Instagram Sanggar Rojolele Delanggu yang mengelola Omah Rojolele,” ujar Ketua Sanggar Rojolele Delanggu Eksan Hartanto. (ren/adi)
Editor : Adi Pras