RADARSOLO.COM - Di tengah hamparan sawah dan suasana asri Dukuh Pangtelu, Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, berdiri sebuah screen house modern yang tak biasa. Tempat ini menjadi daya tarik baru bagi wisata edukasi pertanian di Sukoharjo.
Untuk mencapai lokasi bisa melalui Jalan Solo-Wonogiri. Jika dari arah Solo, belok ke kiri di simpang 3 Songgorunggi, Kecamatan Nguter.
Jika dari arah Wonogiri, belok ke kanan ke jalan Songgorunggi-Plesan. Setelah jembatan Saluran Induk Colo Timur, gang pertama belok kiri.
Dari jalan Songgorunggi - Plesan itu, paling 500 meter sudah sampai lokasi dengan menyusuri jalan perkampungan.
Sebenarnya wisatawan bisa menggunakan bus umum, turun di simpang 3 Songgorunggi.
Namun dari simpang 3 Songgorunggi ke lokasi, masih cukup jauh dan tidak ada kendaraan umum.
Direkomendasikan, wisatawan akan lebih mudah mengakses dengan kendaraan pribadi atau menggunakan jasa ojek online baik motor maupun mobil.
Di lahan seluas 320 meter persegi, 680 batang melon premium tumbuh subur dalam sistem pertanian cerdas (smart farming).
Sejak Maret lalu, screen house ini dikelola oleh Bowo Santoso bersama timnya. Ia menyebut, pembangunan fasilitas ini berasal dari bantuan Kementerian Pertanian senilai Rp 475 juta.
Terdiri dari Rp 425 juta untuk bangunan fisik dan Rp 50 juta untuk sarana budidaya.
“Konsep smart farming yang diterapkan di sini berbasis teknologi. Untuk menghitung kebutuhan nutrisi tanaman, pemupukan, hingga penyiraman tetesnya, semua dilakukan secara otomatis menggunakan alat khusus. Pengelolaan bisa dikendalikan dari iPad, bahkan bisa dipantau dari rumah lewat internet,” jelanya Jumat (24/5/2025).
Baca Juga: Manis dan Melegenda, Ini Kisah Perajin Jenang Khas Pracimantoro Wonogiri
Teknologi ini memungkinkan efisiensi dan ketepatan dalam bercocok tanam, sesuatu yang kini mulai diminati oleh generasi muda dan pelaku agrowisata.
Selain menanam melon premium, kawasan ini juga dirancang untuk menjadi bagian dari konsep pertanian terpadu atau integrated farming.
“Kebetulan lokasi screen house ini berada di atas tanah kas desa, yang merupakan salah satu syarat bantuan. Letaknya berdekatan dengan embung Pangtelu. Ke depannya, kita merancang kawasan ini sebagai zona pertanian terpadu. Di sebelah screen house akan kita bangun peternakan komunal, jadi nanti ada pertanian, hortikultura, dan peternakan dalam satu kawasan,” tambahnya.
Bowo dan timnya berharap, keberadaan kawasan smart farming ini bisa menjadi tempat belajar bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin memahami praktik pertanian modern.
Wisatawan tak hanya bisa melihat tanaman melon premium tumbuh dengan sistem canggih, tetapi juga bisa ikut belajar dan merasakan pengalaman langsung.
“Harapannya bisa jadi wisata edukatif. Pengunjung bisa melihat langsung bagaimana teknologi bekerja di pertanian, belajar mengoperasikan sistemnya, dan siapa tahu tertarik mengembangkan di tempat lain,” ujarnya.
Embung Pangtelu dan screen house kini menjadi wajah baru wisata edukasi Sukoharjo yang menggabungkan keindahan alam, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat desa.
Smart farming bukan hanya masa depan pertanian, tetapi juga potensi baru sektor wisata. (kwl/adi)
Editor : Adi Pras