RADARSOLO.COM – Jika mengira petualangan harus selalu tentang mendaki gunung tinggi atau menembus hutan rimba, cobalah sesekali ke Taman Sragen Harmoni Hijau.
Di sana, di antara deru mesin perkotaan Sragen, terdapat sebuah paru-paru kota yang berdetak tenang.
Memasuki area taman, sensasi pertama yang menyapa adalah perubahan suhu yang drastis. Meski lokasinya bertetangga rapat dengan pemukiman padat penduduk, vegetasi di sini tumbuh begitu rimbun dan tertata.
Pohon-pohon tinggi menjulang menciptakan kanopi alami yang menyaring terik matahari, menyisakan hawa sejuk yang membuat siapa pun lupa bahwa mereka masih berada di area urban.
Jalur pedestrian yang terbuat dari paving block segi enam tampak membelah hijau rerumputan, mengundang kaki untuk melangkah lebih jauh.
Taman ini tak pernah benar-benar sepi. Saat fajar menyingsing, Sragen Harmoni Hijau berubah menjadi arena kebugaran terbuka.
Puluhan warga terlihat memanfaatkan jalur yang ada untuk jogging ringan atau sekadar jalan santai menghirup oksigen murni.
”Udaranya beda di sini, segar sekali buat paru-paru. Padahal dekat rumah saja,” ujar Budi, salah seorang pengunjung yang rutin berolahraga, Sabtu (7/3/2026).
Suasana berubah magis saat bulan suci Ramadhan tiba. Taman ini bertransformasi menjadi titik temu favorit untuk ngabuburit.
Keramaian warga yang menanti bedug Magrib di bawah keteduhan pohon memberikan nuansa hangat khas kebersamaan masyarakat Sragen. Ditambah banyak pilihan jajanan dari PKL.
Bukan sekadar deretan pohon, hutan kota yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen di wilayah Kecamatan Karangmalang ini juga menyisipkan fasilitas yang fungsional.
Seperti space mainan anak. Terlihat tawa riang anak-anak yang bebas bermain ayunan di area terbuka yang aman.
Ada pula area olahraga, tersedia ruang bagi mereka yang ingin melakukan latihan fisik lebih intens, seperti sit up.
Kemudian bangku-bangku taman yang estetis membuat tempat ini nyaman untuk sekadar duduk melamun atau berbincang santai.
Menariknya, petualangan hijau ini sangat mudah dijangkau. Jika anda berangkat dari pusat Kota Sragen di Alun-Alun Sasana Langen Putra, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 5–10 menit berkendara.
Lokasinya yang strategis membuat taman ini menjadi pelarian singkat yang sempurna di tengah kesibukan kerja. Banyak yang memuji kebersihan dan terjaganya ekosistem di taman ini.
”Kami berharap oase seperti ini terus lestari sebagai warisan hijau bagi generasi mendatang di Bumi Sukowati,” imbuh Khoirudin. (din/adi)
Editor : Adi Pras