RADARSOLO.COM – Kabupaten Klaten kembali membuktikan diri sebagai "negeri seribu umbul" dengan kehadiran Umbul Bethek yang terletak di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum.
Destinasi yang mulai beroperasi pada medio 2021-2022 ini menawarkan konsep wisata air yang berbeda, yakni memadukan kesegaran alami sumber mata air dengan suasana tenang yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian.
Dikelola oleh BUMDes Sumber Makmur, Umbul Bethek kini menjadi primadona baru bagi wisatawan yang mendambakan kenyamanan eksklusif di kaki Gunung Merapi.
Baca Juga: Eksplorasi Hutan Kota Sragen, Oase Tersembunyi di Jantung Bumi Sukowati
Destinasi Ramah Anak dan Edukasi
Umbul Bethek secara sengaja didesain untuk menjamin keamanan dan kenyamanan bagi seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak.
Berbeda dengan umbul lain yang cenderung memiliki kedalaman yang cukup berisiko bagi balita, tempat ini menyediakan tiga kolam dengan kedalaman bertingkat, mulai dari 50 sentimeter hingga maksimal 1,3 meter.
Selain faktor keamanan, pengelola juga melengkapi fasilitas dengan pendapa pertemuan, gazebo, area playground, hingga layanan Wi-Fi gratis guna menunjang kebutuhan wisatawan modern.
Direktur BUMDes Sumber Makmur Desa Malangjiwan Roni Setiawan menjelaskan, visi pengembangan umbul ini memang berfokus pada segmen keluarga dan pendidikan.
“Wacana kami memang Umbul Bethek ini untuk wisata edukasi dan kuliner. Kami mengambil konsep ramah anak, sehingga orang tua bisa lebih leluasa dan aman mengawasi anak-anak mereka yang sedang berenang," ujar Roni, Jumat (8/5/2026).
Ia menambahkan bahwa kebersihan air selalu terjaga karena berasal dari limpasan sumber induk yang mengalir setiap hari serta dilakukan pengurasan rutin setiap pekan.
Lokasi Terapi Mandiri bagi Lansia
Selain sebagai tempat rekreasi, Umbul Bethek memiliki fungsi unik sebagai jujugan terapi kesehatan bagi para lansia.
Meski jam operasional resmi dibuka pada pukul 06.00, pengelola memberikan fleksibilitas bagi para warga senior yang ingin merasakan khasiat air segar di pagi buta.
Banyak pengunjung yang percaya bahwa berendam di air umbul sebelum matahari terbit dapat memberikan efek relaksasi dan membantu pemulihan fisik secara mandiri.
"Banyak lansia yang datang untuk terapi mandiri dari pukul 05.00 sampai matahari muncul sekira pukul 07.30. Ke depan, kami berencana memprogramkan pemandu terapi khusus dan paket renang prestasi untuk anak-anak sekolah," tambah Roni.
Rencana ini sejalan dengan upaya BUMDes untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam desa guna memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat luas sekaligus mencetak bibit-bibit atlet renang dari wilayah sekitar.
Kuliner Lokal dan Harga Terjangkau
Daya tarik lain yang ditawarkan adalah ragam kuliner khas pedesaan yang dapat dinikmati usai berenang, seperti pecel gendar dan soto.
Pengelola bahkan tengah menyiapkan pembangunan mini cafe yang akan menyajikan menu olahan lele hasil budidaya lokal sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa.
Strategi ini diharapkan mampu memperpanjang waktu kunjungan wisatawan hingga malam hari sekaligus memperkuat perputaran ekonomi warga Desa Malangjiwan.
Meskipun fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap, tarif masuk ke Umbul Bethek sangat ramah di kantong, yakni hanya Rp 3.000 per orang.
Baca Juga: Bunker Sentono Jadi Rujukan Wisata di Laweyan
Dengan harga yang sangat terjangkau, destinasi ini mampu menarik hingga 1.500 pengunjung pada akhir pekan, baik dari dalam kota maupun luar daerah seperti Yogyakarta dan Solo.
"Banyak yang datang ke sini setelah tahu suasananya lebih nyaman dan tidak terlalu crowded (padat) dibandingkan tempat lain," pungkas Roni menutup pembicaraan. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono