Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Eksotisnya Gua Telaga Dewa Jadi Aset Geopark Meratus

Perdana Bayu Saputra • Rabu, 22 Juni 2022 | 16:37 WIB
Seorang wisatawan di dalam Gua Telaga Dewa Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. (Antara)
Seorang wisatawan di dalam Gua Telaga Dewa Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. (Antara)
JawaPos.com–Gua Telaga Dewa adalah satu di antara beberapa gua di Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. Lokasi itu menjadi aset Geopark Meratus yang menawarkan eksotisme alam pada bagian luar dan bebatuan yang menawan di bagian dalam.

Ketua Pokdarwis Desa Liyu Megi menjelaskan, Gua Telaga Dewa berjarak kurang lebih lima kilometer dari pusat Desa Liyu. Gua masih asri dengan areal mulut gua ditumbuhi berbagai macam jenis tanaman-tanaman.

”Gua tersebut berada di kawasan hutan desa dan setiap hari dilintasi warga menuju ke kebun atau hutan,” kata Megi seperti dilansir dari Antara di Paringin, Selasa (31/5).

Menurut dia, tidak begitu sulit untuk menuju objek wisata alam tersebut. Apalagi dibantu akses jalan usaha tani yang nyaman untuk dilintasi.

Hanya saja, saat hujan jalan terasa licin dan kehati-hatian ekstra pun dibutuhkan. Meski sudah menggunakan jalan cor, jalur yang dilintasi naik turun gunung.

Dia melanjutkan, saat berkunjung harus menyiapkan pencahayaan yang cukup. Sebab, di dalam gua begitu gelap.

Megi menjelaskan, air dari bagian atas gua tak henti membasahi lantai dalam terowongan. Keindahan stalaktit dan stalagmit gua juga menjadi bagian yang tak kalah menjadi perhatian. Selain itu, di bagian langit-langit gua, juga didapati sarang burung walet.

”Gua Telaga Dewa terasa sangat dingin ketika dimasuki. Ada bagian gua yang luas, dan ada pula yang harus merangkak saat terus menyusur ke terowongan yang lebih dalam,” ujar Megi.

Selain itu, lanjut Megi, dinamai Telaga Dewa karena ratusan tahun lalu, gua tersebut dijadikan sebagai tempat bertapa dan didapati satu ornamen gua yang seolah membentuk telaga mini yang airnya tidak pernah mengering. Ornamen yang disebut sebagai Telaga Dewa didapati setelah menyusuri kurang lebih 30 meter dari mulut gua.

Tentunya, saat di dalam gua ada batasan dan aturan yang harus ditaati pengunjung.

Sejak 2018, Gua Telaga Dewa mulai ramai dikunjungi. Namun karena ada wisatawan yang tidak bertanggung jawab, mencoret dinding gua, tempat itu ditutup sementara.

”Sebelum kembali dibuka, kami memberikan edukasi agar wisatawan lebih berhati-hati dan tidak lagi melakukan hal yang tidak bertanggung jawab di gua,” terang Megi.

Dia menambahkan, setiap ornamen gua terbentuk dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga sangat disayangkan apabila ada wisatawan yang merusak.

Salah satu wisatawan, Sukri mengungkapkan, Gua Telaga Dewa di Desa Liyu sangat bagus dan eksotis dengan keasriannya.

”Luar biasa gua ini, dari mulut gua saja sudah sangat indah untuk dinikmati apalagi sampai ke dalamnya melihat ornamen yang begitu unik,” papar Sukri. Editor : Perdana Bayu Saputra
#kkeindahan alam #geopark meratus #telaga dewa #kabupaten balangan #objek wisata