Kapal bersandar pada pukul 08.00 pagi waktu setempat. Penumpang bisa turun dari kapal untuk mengeksplorasi destinasi sekitar. Ada beberapa opsi tur darat yang dapat dipilih. Kami mengikuti tur Batu Caves dan city experience (Kuala Lumpur).
Bus yang mengantar kami bersama teman-teman media dari Asia dan Australia sudah stand by di Port Klang. Perjalanan menuju Batu Caves ditempuh sekitar satu setengah jam. Batu Caves yang terletak di Selangor itu adalah kuil umat Hindu yang merupakan destinasi wisata populer di Malaysia.
Selain Patung Murugan tertinggi kedua di dunia, kompleks Batu Caves terdiri atas tiga gua utama dan beberapa gua kecil lainnya di atas ketinggian 100 meter. Ada 272 anak tangga yang harus dilewati untuk sampai ke atas. Tangga yang cukup curam dan terik matahari di pagi menjelang siang itu lumayan bikin keder. Hehehe. Tapi, masak menyerah sebelum mencoba?
Berbekal sebotol air dan permen, saya dan Rebecca, teman asal Singapura, mulai menaiki anak tangga warna-warni itu. Selain harus mengatur napas, jangan kaget kalau tiba-tiba didekati monyet yang memang berkeliaran bebas di sana. Ratusan anak tangga itu berhasil kami ”taklukkan” dalam waktu sekitar 15 menit. ”Beberapa kali ke Malaysia, tapi baru kali ini ke Batu Caves. Cukup menantang ya,” ucap Rebecca setelah berhasil mencapai atas.
Dari Batu Caves, perjalanan berlanjut menuju Kuala Lumpur. Spot pertama yang dituju adalah Petronas Twin Tower. Menara kembar yang menjadi ikon Malaysia itu tak pernah sepi dikunjungi wisatawan. Panas matahari yang menyengat tidak mengurangi antusiasme pengunjung untuk berfoto dengan latar bangunan kembar menjulang tersebut.
Jangan lewatkan juga berkunjung ke KL Tower. Di lantai paling atas menara, terdapat observation deck. Ada beberapa teropong khusus yang bisa digunakan untuk melihat detail Kota Kuala Lumpur.
Setelah itu, kami beranjak ke Independence Square atau Dataran Merdeka di pusat Kota Kuala Lumpur. Di sekitarnya banyak bangunan indah dengan arsitektur Inggris nan megah. Antara lain, Gedung Sultan Abdul Samad di seberangnya.
Berjalan melewati gedung tersebut, sampailah di ujung pertemuan Sungai Gombak dan Sungai Klang yang mengapit Masjid Jamek. Ternyata, itulah yang menjadi asal usul nama Kuala Lumpur. Kuala atau pertemuan dua sungai yang berlumpur. Sekitar pukul 15.00, kami bergegas menuju bus untuk kembali ke Port Klang. Sebab, kapal Spectrum of the Seas berlayar kembali pukul 18.00 petang.
Keesokan paginya, kapal sandar di Penang. Saatnya mengeksplorasi George Town. Kawasan world heritage UNESCO itu kental dengan unsur beragam budaya yang menjadi harmoni. Menyusuri jalanan di George Town seperti ditarik ke masa lalu. Berkunjung ke Pinang Peranakan Mansion, lalu Leong San Tong Khoo Kongsi yang merupakan kuil dan museum klan Tionghoa dengan arsitektur dan detail mural yang filosofis.
Berlanjut ke Chew Jetty, kampung nelayan yang usianya lebih dari satu abad. Terdiri atas 75 rumah, rumah-rumah terapung itu juga dikonsep kampung wisata di mana sebagian penduduknya berjualan makanan hingga cenderamata.
Penang juga terkenal akan kuliner lezatnya. Untuk makan siang, kami tidak melewatkan kuliner lokal dengan mencicipi laksa dan es kacang. Perpaduan cita rasa asam, gurih, dan pedas dari laksa ditutup oleh manisnya es kacang yang menyegarkan setelah berkeliling George Town.
Padukan Alam dengan Teknologi Canggih
SETELAH kapal pesiar Spectrum of the Seas berlabuh kembali di Marina Bay Cruise Center, Singapura (keseruan selama 4 malam pelayaran ada di rubrik Wisata pekan lalu), petualangan berlanjut di Negeri Singa. Tur yang dirancang Singapore Tourism Board bersama Royal Caribbean International tersebut berawal di Jewel Changi Airport.
Perluasan dari Bandara Changi itu memang punya daya tarik istimewa. Pengunjung bisa menikmati perpaduan alam, arsitektur, dan teknologi yang mengesankan. Pesona utamanya, tentu rain vortex, air terjun indoor setinggi 40 meter.
Jangan lewatkan Changi Experience Studio. Begitu masuk, pengunjung mendapat kartu travel guide yang ”ajaib”. Letakkan pada tempat cahaya di spot-spot yang tersedia, kartu tersebut akan membawa kita ke petualangan masa depan. Di tempat itu, pengunjung bisa menjelajah dunia virtual dalam sederet permainan dan pengalaman seru. Salah satunya, simulasi balapan Porsche dan Boeing 747. Juga, game-game seputar dunia aviasi dan ruang yang menyuguhkan atraksi cahaya dan suara.
Lapar dan ingin makan siang, tidak perlu jauh-jauh. Banyak resto, kafe, dan outlet makanan di Jewel. Salah satunya, Violet Oon yang menyediakan cita rasa klasik peranakan dan Singapura. Beberapa menunya cukup dekat dengan lidah Indonesia. Antara lain, rendang, ayam keluak, dan sambal pastinya.
Kalau ingin mendapatkan pengalaman dining yang berbeda, bisa menjajal Open Farm Community yang memadukan urban farming dan resto. Sebagian bahan bakunya diambil langsung dari kebun di sampingnya.
Suasana yang dekat dengan alam itu juga kami dapatkan di Parkroyal Collection Marina Bay, hotel tempat kami menginap. Berkonsep garden in a hotel, hotel tersebut juga memiliki urban farm yang ditanami lebih dari 60 jenis sayuran dan herbs, menyuplai sebagian kebutuhan hotel. Juga, dilengkapi 210 panel tenaga surya dan motion sensor sehingga menghemat energi dan air.
CEKLIS
• Download MySejahtera untuk dapat masuk ke Malaysia. Semua penumpang kapal yang pergi ke darat harus menunjukkan Blue Travelers Card. Itu dapat diakses di aplikasi MySejahtera setelah mengisi form pra keberangkatan.
• Untuk memasuki Singapura, harus mengisi SG Arrival Card. Atau dengan cara download apps MyICAMobile.
TIPS
• Gunakan pakaian dan sepatu yang nyaman untuk eksplor karena banyak destinasi yang ditempuh dengan berjalan kaki.
• Jangan lupa pakai sunscreen, juga topi dan sunglasses.
• Saat berkunjung ke Batu Caves, dilarang memakai celana pendek atau rok di atas lutut. Pengunjung bisa membeli kain penutup seharga RM 15 dari penjual di sekitar pintu masuknya.
• Ingin relaksasi, Singing Bowl Gallery bisa dicoba. Terapi healing dengan menggunakan gelombang suara dari Himalayan singing bowl itu punya efek menenangkan.
• Jika berkunjung ke Jewel Changi saat malam, jangan lewatkan light & sound show dengan durasi sekitar 5 menit tiap jamnya, mulai pukul 19.30 hingga 00.30 tengah malam.