Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Topeng Ireng, Seni Tari Asal Lereng Merapi dan Merbabu

Andi Aris • Jumat, 25 Agustus 2023 | 19:15 WIB
ATRAKTIF : Tari Topeng Ireng merupakan tarian khas lereng Merapi dan Merbabu
ATRAKTIF : Tari Topeng Ireng merupakan tarian khas lereng Merapi dan Merbabu

RADARSOLO.COM-Kota Boyolali selain memiliki wisata alam dan kulinernya yang sangat beragam, kota ini juga memiliki kesenian yang terus berkembang hingga saat ini. Tari topeng ireng merupakan seni tarian rakyat yang berkembang di daerah gunung merapi dan merbabu. Gambaran dari tarian rakyat ini merupakan tradisi kehidupan masyarakat yang sangat akrab dengan alam.

Terdapat paguyuban kesenian topeng ireng di Boyolali. Paguyuban terbesar yang paling besar dan terkenal adalah paguyuban Tarubatang berada di daerah Tarubatang kecamatan Selo.

Nama topeng ireng sendiri berasal dari kata Toto Lempeng Irama Kenceng yang artinya Toto berarti menata, lempeng berarti lurus, irama berarti nada dan kenceng berarti keras.

Sejarah Topeng Ireng

Dilansir dari magelangkab.go.id tarian topeng ireng berasal dari wilayah desa Tuksongo Kecamatan Borobudur, kabupaten Magelang. Konon tarian topeng ini menggambarkan tentang sekelompok prajurit gagah yang berkamuflase dalam melawan penjajahan belanda saat itu.

Sementara dalam versi sejarah lain, kemunculan topeng ireng merupakan peninggalan dari salah satu wali sebagai sarana dalam penyebaran agama islam. Sehingga dengan adanya tarian ini digunakan masyarakat untuk tradisi kirab seperti bersih desa, kirab budaya dan mengiringi arak-arakan pemasangan kubah masjid dengan menggunakan pujian-pujian islami yang diiringi rebana.

Kostum Penari Topeng Ireng

Daya Tarik dari tarian topeng ireng adalah pada kostumnya. Penari topeng ireng menggunakan mahkota yang menghiasi kepalanya seperti suku Indian di Amerika. Mahkota tersebut terbuat dari bulu ayam yang menjulang tinggi biasa disebut kuluk. Kostum yang dipakai para penari berumbai-rumbai dan berwarna-warni dengan dominan warna keemasan. Agar tampak gagah wajah penari juga dirias dengan dominan warna hitam. Dibagian kaki mereka menggunakan sepatu bot yang dipadukan oleh rangkaian lonceng-lonceng kecil, sehingga langkah kaki mereka akan penuh dengan irama gemerincing.

Iringan Tarian Topeng Ireng

Setiap pertunjukkannya tarian topeng ireng akan riuh dengan berbagai macam dan bunyi. Mulai dari suara hentakan kaki dan teriakan para penari, suara musik yang selalu mengiringi, dan juga suara dari penonton.

Musik yang mengiringi tarian ini menggunakan alat musik yang sederhana, seperti gamelan, kendang, terbang, bende, seruling dan rebana. Tarian ini penuh dengan kedinamisan dan religiusitas karena alunan alat musik yang terdengar ritmis sehingga dapat menyatu dengan gerakan dan teriakan dari para penari.

Tarian topeng ireng dilakukan oleh 10-20 orang dengan membentuk banyak formasi. Gerakan pada tarian ini cukup sederhana sehingga mudah dipelajari karena tidak ada gerakan tubuh yang rumit dan tidak monoton. Poin utama dalam tarian ini adalah kekompakan.

Seiring dengan perkembangan zaman, terdapat banyak inovasi yang selalu dilakukan tiap pertujukannya.

Topeng ireng terbagi menjadi dua jenis pertunjukan. Yang pertama tarian Rodat yaitu dua kalimat syahadat. Tarian ini ditampilkan dengan gerakan pencak silat sederhana yang diiringi syiar islami. Yang kedua adalah monolan. Tarian ini melibatkan salah satu penari menggunakan kostum hewan dan memiliki unsur mistik serta gerak pencak silat dengan tingkat tinggi.

Waktu pertunjukan tari topeng ireng sangat flesibel, biasanya para penari melakukan pertunjukan selama 5-15 menit saja. (mg6/an)

 

Editor : Andi Aris Widiyanto
#tarian #Boyolali #tari topeng ##lereng merapi #seni