RADARSOLO.COM-Berkunjung ke Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (OW WGM) Wonogiri terasa kurang lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh khas daerah setempat.
Salah satu yang paling diburu wisatawan adalah wader goreng, yang banyak dijajakan di sekitar kawasan wisata tersebut. Tepatnya di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri Kota.
Salah satu tempat legendaris yang menjual olahan wader goreng adalah Warung Bu Har.
Warung milik Hartini itu sudah bertahun-tahun menyajikan aneka kuliner ikan air tawar, dengan wader sebagai primadonanya.
“Sejak tahun 80-an. Saya masih kecil itu. Sudah banyak yang menjual wader goreng untuk oleh-oleh,” ungkap Hartini, Jumat (30/5/2025).
Saat radarsolo.com, tampak sekelompok ibu-ibu tengah memilih oleh-oleh.
Tak lupa, mereka juga melirik wader goreng khas Warung Bu Har.
Harga wader goreng bervariasi. Tergantung musim dan ketersediaan ikan dari para nelayan.
Untuk wader goreng kering, per 250 gram dibanderol sekitar Rp 35 ribu, sementara versi basah dijual sedikit lebih murah, antara Rp 25–30 ribu.
“Harganya bisa berubah-ubah mas, tergantung pasokan,” jelas Hartini.
Di momen-momen liburan, terutama saat Lebaran, stok wader goreng selalu habis diserbu pembeli.
Bahkan, Hartini mengaku kewalahan memenuhi permintaan karena keterbatasan tenaga.
Baca Juga: Sate Kambing Pak Momo, Cita Rasa Aneka Olahan Serba Kambing Muda Dari Simpang Lima Sukoharjo
“Stok berapapun kalau saat libur Lebaran pasti habis. Cuma saja tenaganya yang tidak kuat,” katanya sambil tersenyum.
Untuk hari biasa, penjualan lebih fluktuatif. Tak ada jumlah pasti soal berapa kilogram wader goreng yang diproduksi setiap hari.
Namun soal rasa, tak perlu diragukan. Wader goreng racikan Bu Har terkenal gurih, renyah, dan bikin ketagihan.
“Kalau kita buka mulai pukul 06.00 sampai dengan pukul 23.00. Kan juga ada nila goreng dan nila bakar yang bisa dimakan di sini," ujarnya.
"Kalau dulu waktu belum banyak warung makan, tutupnya sampai subuh. Padahal buka sejak pagi,” pungkasnya. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono