Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kagumi Air Terjun dari Mulut Gua di Gentan Geopark Village

Damianus Bram • Minggu, 28 November 2021 | 18:30 WIB
MEMPESONA: Air Terjun Song Gede jadi salah satu wisata alami di Gentan Geopark Village, Kecamatan Bulu, Sukoharjo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
MEMPESONA: Air Terjun Song Gede jadi salah satu wisata alami di Gentan Geopark Village, Kecamatan Bulu, Sukoharjo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
SUKOHARJO - Fenomena air terjun di mulut gua tidak hanya bisa disaksikan di film-film atau lokasi nan jauh di sana. Di Sukoharjo pun ada. Tepatnya di Gentan Geopark Village, Desa Gentan Kecamatan Bulu. Namanya air terjun Song Gede.

Istimewanya, ada dua air terjun di sini. Satunya bernama Mirikerep. Jarak antar air terjun tidak jauh. Sekitar 50 meter. Kelestarian ekosistemnya cukup terjaga. Dikelilingi pohon-pohon besar, sehingga cocok bagi yang ingin mencari ketenangan. Sebelum pandemi, objek ini merupakan idola para pesepeda. Namun setelah Covid-19 mewabah, makin sepi.

Kawasan selatan Kabupaten Sukoharjo yang berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri mempunyai wisata alam yang masih asri. Yakni Gentan Geopark Village di Desa Gentan, Kecamatan Bulu.

Ada banyak wisata alam yang bisa dijumpai di Gentan Geopark Village. Salah satunya Air Terjun Mirikerep. Lokasinya cukup mudah dijangkau dengan sepeda motor, mobil apalagi sepeda onthel.

Paling mudah ditempuh dari jalan Wonogiri-Bulu. Sampai di traffic light Terminal Giri Adipura atau Terminal Krisak, belok ke arah Bulu atau Klaten. Kemudian lurus ikuti jalan sejauh sekitar 6,7 kilometer (km) dengan waktu tempuh 10 menit.

Setelah melewati Polsek Bulu dan Masjid Al-Jami, ada Gapura Soronanggan. Lalu masuk mengikuti jalan utama sampai Tugu KB, Dukuh Mirikerep. Kemudian, ambil kanan sedikit, masuk jalan Gapura Dukuh Mirikerep. Lurus saja sampai di lokasi parkir ke air terjun.

Dari lokasi parkir, perjalanan masih harus ditempuh dengan berjalan kaki. Karena musim hujan, siapkan payung atau mantol supaya tetap bisa menikmati perjalanan tanpa gangguan hujan. Melangkah dari lokasi parkir, melewati gapura yang terbuat dari bambu dan melintasi jembatan kayu. Traveler harus berhati-hati karena cukup rapuh. Selama di perjalanan, traveler langsung disuguhi hijaunya kebun layaknya hutan hujan tropis.

Photo
Photo
MASIH ASRI: Jalur ke Gentan Geopark Village masih asri. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

”2019 lalu sebelum korona memang sempat dikelola, banyak yang datang. Namun, setelah pandemi ya seperti ini kondisinya, sudah pada rapuh,” kata Kepala Desa Gentan, Kemis yang menemani koran ini menjelajah Gentan Geopark Village.

Sekitar 5 menit menyusuri jalan setapak sedikit menanjak, serta kanan kirinya vegetasi khas pegunungan seribu seperti pohon jati, beringin dan tanaman keras lainnya, maka sampailah di air terjun pertama. Air terjun pertama ini merupakan rembesan air hujan dari perbukitan di atasnya, tingginya sekitar 5 sampai 6 meter. Debit air terjun tergantung intensitas air hujan. Semakin lebat hujan, debit air terjun akan semakin banyak.

Perjalanan masih harus berlanjut dengan berjalan di bawah derasnya air terjun pertama. Untuk menuju air selanjutnya, kembali melalui jalan setapak di punggung bukit sejauh 50 meter. Jalan ini licin kalau musim hujan, berbahaya karena sisi sebelah kanan jurang. Tetap hati-hati, apalagi untuk goweser yang harus memikul sepeda.

”Dulu pas lagi ramai-ramainya orang bersepeda, banyak yang ke sini. Sepedanya dipikul,” ungkap Kemis.

Tak sampai 100 langkah, suara gemericik air terjun mulai terdengar. Setelah melewati pepohonan rindang yang melengkung layaknya terowongan, sudah terlihat air terjun kedua yang dikenal dengan nama Song Gede. Air terjun ini cukup unik, karena berada di depan mulut gua, atau lebih tepatnya disebut ceruk. Ketinggian air terjun sekitar 8 sampai 10 meter. Dari dalam gua, bisa melihat air terjun yang deras mengalir, layaknya bersembunyi di balik tirai air terjun.

Photo
Photo
MEMPESONA: Air Terjun Song Gede jadi salah satu wisata alami di Gentan Geopark Village, Kecamatan Bulu, Sukoharjo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Di gua ini pula, warga sengaja meletakkan tangki plastik untuk penampung air yang menetes dari atap gua. Biasanya, warga langsung meminumnya jika singgah di gua tersebut saat berteduh atau beristirahat dari berladang atau mencari kayu bakar di hutan.

Photo
Photo
GAPURA PINTU MASUK: Ada banyak tempat yang bisa dikunjungi. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Di area air terjun Song Gede, masih ada beberapa spot menarik. Seperti Pertapan Watu Adeg, Watu Ondo, Song Josari, Song Royom dan Kedung Junggleng. Namun, karena hari hujan cukup deras, penjelajahan terpaksa disudahi. Bersambung, (kwl/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Air Terjun Song Gede #Air Terjun di Mulut Gua #Gentan Geopark Village