Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Taklukkan Platar Ombo, Berakhir di Embung Sebo Menggolo

Damianus Bram • Minggu, 5 Desember 2021 | 19:45 WIB
GAGAH: Bukit Platar Ombo di kawasan Gentan Geopark Willage, Bulu, Sukoharjo. Bukit batu ini cocok kegiatan hiking. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
GAGAH: Bukit Platar Ombo di kawasan Gentan Geopark Willage, Bulu, Sukoharjo. Bukit batu ini cocok kegiatan hiking. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
SUKOHARJO - Gentan Geopark Village di Desa Gentan, Kecamatan Bulu di kala musim hujan begitu sejuk. Hamparan hijau persawahan bak permadani dikelilingi perbukitan batuan yang menawan, membuat betah berlama-lama di sana.

Usai tracking menikmati indahnya air terjun Song Gede di Dusun Mirikerep desa setempat, perjalanan bisa dilanjutkan menuju ke Dukuh Basem. Di dukuh ini ada perbukitan yang sudah disulap menjadi wisata menawan, yakni Platar Ombo. Lokasinya berdekatan dengan tempat wisata lain seperti Gunung Sepikul, Desa Tiyaran. Platar Ombo berupa puncak bukit batu yang cukup luas.

Sesuai namanya dalam bahasa Jawa, Platar berarti halaman dan Ombo berarti luas. Jarak tempuh menuju puncak bukit batu itu tidak terlalu jauh dari lokasi parkir. Pengunjung hanya perlu berjalan sekitar 5-10 menit untuk sampai di spot panorama. Sesampainya di puncak, kedua mata akan disuguhkan keindahan sawah hijau.

”Dari Platar Ombo bisa melihat Gunung Sepikul, pemandangan alam di desa sekitar Gentan. Ada hamparan sawah yang luas,” kata Kepala Desa Gentan, Kemis.

Photo
Photo
GAGAH: Bukit Platar Ombo di kawasan Gentan Geopark Willage, Bulu, Sukoharjo. Bukit batu ini cocok kegiatan hiking. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

 

Apabila cuaca cerah, maka keindahan matahari terbit dapat disaksikan dari Platar Ombo tersebut. Begitu pula matahari terbenam juga dapat dilihat, meski sedikit terhalang bukit di sisi barat. Hanya saja, di musim hujan seperti ini, naik ke bukit Platar Ombo harus hati-hati. Banyak aliran air dari atas bukit yang turun. Sehingga batuannya menjadi licin.

”Saat ini, belum ada harga tiket masuk Platar Ombo. Pengunjung hanya perlu membayar parkir seiklasnya. Di Platar Ombo juga bisa untuk berkemah,” ujar Kemis.

Usai menikmati bentang alam di Platar Ombo, sepelemparan batu dari kaki bukit Platar Ombo, langsung disuguhi rindangnya sebuah mata air. Warga menyebutnya Sendang Lele. Sendang ini berukuran sekitar 10 meter x 5 meter yang dikelilingi pohon. Salah satu pohon yang terbesar adalah pohon Bulu.

Photo
Photo
Sendang Lele yang diwarnai dengan ratusan ikan lele. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Yang unik adalah ikan lele di sendang ini. Jumlahnya mencapai ratusan. Ukuran kepalanya mencapai dua telapak tangan orang dewasa dengan panjang rata-rata 70 sentimeter sampai 90 sentimeter. Lele-lele itu dikeramatkan oleh warga setempat.

”Cerita turun temurun, lele tinggal duri saja masih hidup. Lele di sini tidak pernah dipanen,” katanya.

Tepat di belakang sendang terdapat mata air yang mengeluarkan air jernih yang menyegarkan. Di sekitar pancuran terdapat batu karang besar. Dipercaya merupakan petilasan Ki Truno yang digunakan untuk menyusun strategi perang saat melawan Kolonial Belanda. Pada zaman dahulu, Ki Truno merupakan sahabat karib Raden Mas Said atau akrab dikenal Pangeran Sambernyawa. Mereka bersama para pejuang kemerdekaan lainnya bahu membahu melawan Kolonial Belanda.

”Diduga, batu karang ini tempat Pangerang Samber Nyawa menyusun strategi perang,” ungkap Kemis.

Lokasi selanjutnya Dukuh Tanjung. Di Dukuh ini terdapat embung yang merupakan area bendungan dari mata air di kaki pengunungan Batu Seribu. Masyarakat menyebutnya Embung Sebo Menggolo.

Embung tersebut memiliki pemandangan alam yang indah, lokasi embung tersebut sedikit tersembunyi dengan latar belakang pegunungan Batu Seribu. Selama ini, pemanfaatan embung sendiri untuk mendukung pertanian warga. Namun, tidak ada salahnya dikunjungi, untuk menikmati secangkir kopi sambil mengagumi keindahan peggunungan seribu. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Gunung Sepikul #Air Terjun Song Gede #Petilasan Ki Truno #Platar Ombo #Gentan Geopark Village