Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Umbul Langse di Desa Nepen, Teras, Boyolali: Renang Gratis Ditemani Ikan

Damianus Bram • Minggu, 14 Agustus 2022 | 18:51 WIB
MENYEGARKAN: Umbul Langse selalu ramai setiap akhir pekan. Banyak wisatawan berenang maupun melihat ratusan ikan. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
MENYEGARKAN: Umbul Langse selalu ramai setiap akhir pekan. Banyak wisatawan berenang maupun melihat ratusan ikan. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
BOYOLALI - Berenang gratis dengan air umbul yang segar bisa dinikmati di Boyolali. Selain Umbul Pengging di Banyudono, ada Umbul Langse Desa Nepen, Teras.

Umbul Langse menjadi magnet baru bagi anak-anak muda. Airnya yang jernih dan segar banyak dimanfaatkan untuk terapi. Selain itu ada ratusan ikan mas yang bisa menemani saat berenang. Dasar umbul berupa batu dan pasir. Ada pula pohon beringin besar yang rimbun.

Apalagi tidak ada tarikan retribusi masuk alias gratis. Pengunjung hanya perlu membayar parkir saja. Akses menuju Umbul Langse juga mudah. Berada di jalan alternatif Boyolali-Klaten. Tak hanya dimanfaatkan sebagai wisata, tapi juga untuk pengairan sawah dan pemenuhan air rumah tangga.

Tak disangka, Umbul Langse sudah beberapa kali mati. Dimulai pada 1999 kubangan air jernih tersebut tiba-tiba mati. Kemudian sempat hidup lagi dengan usia dua sampai tiga tahun, tapi kembali mati hingga tujuh tahun.

”Pada 2006, mulai ada rembesan-rembesan air. Terus saya bersihkan, airnya saya alirkan. Airnya semakin besar setelah gempa bumi Jogjakarta 2006 itu,” kata Ketua RT 06/01 Lebak Desa Nepen Sugiman.

Hidupnya umbul Langse membawa berkah bagi masyarakat. Tak hanya mampu mencukupi kebutuhan irigasi sawah dan rumah tangga. Namun, juga mendorong potensi wisata air dan menumbuhkan UMKM lokal. Banyak pedagang makanan ringan yang mendapatkan rezeki. Tetapi ada tiga hal yang menjadi pantangan agar air umbul tetap lestari.

”Air dari umbul ini tidak boleh untuk rebutan. Kedua, ikan-ikan di sekitar umbul tidak boleh diambil. Ketiga, umbul harus rutin dirawat. Karena umbul juga untuk air minum di tiga RT,” terangnya.

Kadus 1, Desa Nepen, Teras, Utama Adhi Nugraha mengatakan pengunjung Umbul Langse berkisar 50-100 orang per hari. Tak hanya warga lokal Teras, Umbul Langse memiliki magnet untuk warga daerah lain. Terutama pada akhir pekan dan hari libur. Selain air jernih dan segar, tidak ada penarikan retribusi masuk.

”Di sini kan masih gratis, hanya bayar parkir saja. Lalu banyak juga orang-orang tua yang kungkum tiap pagi hari. Buat terapi. Lalu kami ada rencana untuk pengembangan di Umbul Langse, tapi masuknya ke BUMDes nanti,” tandasnya. (rgl/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Desa Nepen #Wisata di Umbul Langse #Renang Gratis #Umbul Langse