Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jelajahi Waduk dan Embung di Sragen: Sajikan Sunrise di Balik Gunung Lawu

Damianus Bram • Minggu, 18 September 2022 | 18:00 WIB
SUNRISE: Panorama alam dari Waduk Gebyar di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Dari sisi timur terlihat Gunung Lawu yang menjulang. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SUNRISE: Panorama alam dari Waduk Gebyar di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Dari sisi timur terlihat Gunung Lawu yang menjulang. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN - Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Kabupaten Sragen banyak ditopang waduk hingga embung. Selain berfungsi untuk menyuplai pertanian, juga memiliki potensi pariwisata. Salah satunya Waduk Gebyar di Jambeyan, Kecamatan Sambirejo.

Keindahan sunrise dari balik Gunung Lawu yang gagah menambah keindahan Waduk Gebyar atau yang biasa disebut Waduk Bayut. Meski ukurannya cukup kecil, namun view yang disajikan tak kalah menarik.

Yakni berada di tengah-tengah perbukitan yang hijau. Di sisi timur ada Gunung Lawu yang menjulang tinggi. Sementara di bendungannya terdapat jalan untuk berkeliling waduk atau jogging di pagi hari.

Ditambah lagi udara sejuk dipadu dengan kicauan burung bikin semakin betah berlama-lama. Waduk Gebyar sangat cocok dijadikan latar pengambilan foto.

Akses menuju Waduk Gebyar sangat mudah. Berjarak 20 kilometer dari Sragen kota. Selain tempat wisata, Waduk Gebyar juga jadi jujugan pemancing. Setiap akhir pekan, banyak pemancing dari berbagai daerah yang datang.

Tak jauh dari lokasi ini, terdapat embung yang tak kalah cantik. Yakni Embung Dewi Nawang Wulan di Desa Sambirejo. Dibanding Waduk Gebyar, embung ini sudah lebih dulu dikelola untuk tempat wisata.

Photo
Photo
INSTAGRAMABLE: Salah satu spot foto di Embung Dewi Nawang Wulan, Desa/Kecamatan Sambirejo. (FITRI SIYAMI/RADAR SOLO)

Selain menikmati air yang tenang di embung, pengunjung bisa bersantai sembari menyantap jajanan yang ditawarkan di sekitar. Kawasan tersebut dikelola oleh BUMDes Sambirejo.

Cocok untuk kegiatan outbond di semua kelompok umur. Terdapat spot foto, gazebo yang lengkap dengan tempat duduknya. Pengunjung hanya cukup memesan makanan, kemudian memilih lokasi yang enak untuk menikmati kesejukan alamnya.

Direktur BUMDes Sambirejo Eko Sri Hartati menungkapkan, kawasan ini luasnya sekitar 1 hektare. Awalnya hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi pertanian. Kemudian Pemerintah Desa Sambirejo menggali potensinya menjadi tempat wisata.

”Embung ini cocok untuk bersantai. Menyajikan pemandangan pedesaan dan kami sediakan spot selfi dan pemancingan,” ujar dia.

Ke depan, lanjut dia, akan menggandeng pihak ketiga. Sehingga bisa mengoptimalkan wisata air. Seperti perahu atau sepeda air agar lebih menarik penggunjung.

Selain itu juga bekerjasama dengan pelaku UMKM di Desa Sambirejo. Agar bisa menjajakan makanan untuk pengunjung. Selain juga membuat pasar sepekan sekali yang diberi nama Pasar Mbludak.

”Mbludak itu maksudnya berlimpah, agar kedepan melimpah pengunjungnya,” terangnya.

Eko menyampaikan, Embung Dewi Nawang Wulan sudah menjadi rintisan desa wisata. Rencana kedepan, pengelola BUMDes juga menambah kolam renang anak.

”Untuk kolam sudah ada galian, tinggal menambahkan fasilitas. Kolam itu sementara kita manfaatkan untuk pemancingan,” terangnya.

Kemudian dari misi edukasi, pengelola bersedia memberikan materi tentang pertanian. ”Bagaimana bercocok tanam yang baik untuk siswa TK dan SD. Selain itu juga ada edukasi untuk ternak ayam dan ikan,” tandasnya. (mg10/din/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Embung Dewi Nawang Wulan #Waduk Bayut #Waduk Gebyar #Waduk di Sragen #Waduk Gebyar di Jambeyan