Kondisi ini otomatis mendongkrak tingkat kunjungan wisata di Kota Solo. Hotel-hotel mulai ancang-ancang menyambut gelombang kunjungan wisata selama ramadan ini dengan membuat paket bundling.
"Ikon-ikon destinasi wisata baru yang ada di Solo dan sekitarnya ini sangat menyedot massa dari mana pun. Termasuk Masjid Raya Sheikh Zayed ini. Tarawih pertama saja dipenuhi puluhan ribu jamaah. Ini berefek pada okupansi hotel. Okupansi kami cukup terdongkrak dengan diserbunya masjid ini," beber General Manager Adhiwangsa Hotel and Conventions Center Darmanto kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (27/3/2023).
Menurut dia, tak terhitung lagi banyaknya wisatawan dari luar Kota Solo yang ingin berkunjung ke Masjid Raya Sheikh Zayed. Mayoritas dari mereka tidak tahu harus stay di mana. Nah, ini menjadi kesempatan emas perhotelan untuk menangkap peluang ini.
Memang diakui Darmanto di awal Ramadan ini pergerakan peningkatan okupansi yang signifikan masih belum terlihat. Hotel-hotel masih sama kondisinya. Tidak ada yang okupansinya terjun bebas maupun meningkat pesat. Namun, Darmanto optimistis semua hotelier tengah wait and see. Sebab event-event di Kota Solo juga terus digeber.
"Prediksinya, kami menargetkan tingkat okupansi kami selama periode Ramadan ini sekitar 50 persen untuk daily. Itu sudah bagus. Karena kamar kami kebetulan tidak terlalu banyak. Closing di hari pertama Ramadan saja, kami di angka 47 persen. Harapannya, sampai akhir ramadan bisa lebih dari target," ungkapnya.
Senada disampaikan General Manager Hotel Sahid Jaya Solo Sunardi. Adanya Masjid Raya Sheikh Zayed diklaim memberikan pilihan kunjungan destinasi wisata kepada tamu yang selama ini masih terbatas. Masjid ini menjadi tambahan destinasi wisata religi di Kota Solo.
“Harapan kami, destinasi wisata baru ini berimbas pada length of stay di Kota Solo yang lebih lama. Sehingga hotel-hotel pun ikut merasakan dampaknya. Tidak hanya di 8 hari. Tapi bisa bertambah menjadi lebih dari dua hari.
"Kalau di hotel kami, okupansi hanya tersisa 40 persen untuk tamu. Karena 60 persen sudah terisi untuk training center atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia. Nah, sisa kamar 40 persen ini yang kami kejar untuk mengakomodasi wisatawan selama Ramadan," imbuhnya. (aya/bun/dam) Editor : Damianus Bram