Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Wisata Toleransi Playdate Solo Raya: Cara Asyik Mengajarkan Anak Saling Menghormati Antarumat Beragama

Tri wahyu Cahyono • Minggu, 14 Juli 2024 | 18:08 WIB
Orang tua dan anak peserta Wisata Toleransi Playdate Solo Raya di halaman Masjid Agung Solo.
Orang tua dan anak peserta Wisata Toleransi Playdate Solo Raya di halaman Masjid Agung Solo.

RADARSOLO.COM- Komunitas keluarga Playdate Soloraya kembali menggelar Wisata Toleransi pada pekan kedua Juli 2024.

Diikuti sekitar 50 keluarga di Solo Raya. Terdiri dari orang tua dengan anak berusia antara 3 sampai 12 tahun.

Animo keluarga di Solo Raya cukup tinggi dalam kegiatan tersebut. Banyak orang tua bersemangat menanamkan nilai toleransi pada anak sejak usia dini.

Tujuan Playdate Soloraya menyelenggarakan acara Wisata Toleransi adalah untuk mengajak keluarga di Solo Raya lebih mengenal agama dan kepercayaan yang ada di masyarakat.

Dengan berkenalan dan bersinggungan dengan agama lain secara langsung, peserta diharapkan dapat meningkatkan rasa tenggang rasa, empati, toleransi, dan saling menghormati antarumat beragama, sehingga kerukunan antar masyarakat dapat tercipta. 

kunjungan ke Wihara Dhamma Sundara, sebelum berkeliling wihara anak-anak diajak relaksasi dan bercengkerama dengan aktivitas yoga anak.
kunjungan ke Wihara Dhamma Sundara, sebelum berkeliling wihara anak-anak diajak relaksasi dan bercengkerama dengan aktivitas yoga anak.

Dalam Wisata Toleransi ini, peserta melakukan kunjungan ke-7 rumah ibadah. Sekaligus edukasi dan mengenal agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Kong Hu Cu, dan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Karena Wisata Toleransi ini memiliki tujuan utama untuk edukasi anak-anak, maka agenda kegiatan pun dibuat variatif, edukatif, dan menyenangkan.

Contohnya dalam kunjungan ke Pura Bhuana Agung Saraswati UNS. Selain edukasi mengenal agama Hindu, anak-anak juga asyik melakukan kegiatan terapi seni dengan menggunakan media melukis.

Saat melakukan kunjungan ke Wihara Dhamma Sundara, sebelum berkeliling wihara anak-anak diajak relaksasi dan bercengkerama dengan aktivitas yoga anak.

Pada hari ke-3 Wisata Toleransi, peserta melakukan walking tour kota Solo, belajar tentang beberapa titik bersejarah di kota Solo.

Sekaligus berkunjung dan belajar di Masjid Agung Solo, GPIB Penabur Solo, Gereja Katolik St. Antonius Purbayan, dan Klenteng Tien Kok Sie.

Berlanjut pada hari ke-4 Wisata Toleransi, peserta mengunjungi Sanggar Sapta Darma Solo yang merupakan rumah ibadah penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di sini orang tua dan anak-anak diajak melukis topeng ibu pertiwi yang berbahan dasar kertas daur ulang.

Baik peserta orang tua dan anak terlihat menikmati rangkaian Wisata Toleransi. Mereka aktif bertanya untuk lebih memahami agama yang berbeda dari yang mereka anut.

Para pemuka agama, pengurus, dan narasumber dari rumah ibadah juga sangat berbahagia dengan Wisata Toleransi ini.

Mereka berharap bahwa sikap toleran bisa terpatri hingga anak-anak dewasa.

Kepala Kankemenag Kota Solo Dr. H. Hidayat Maskur S.Ag.,MSi menuturkan, penting untuk menanamkan toleransi pada anak sejak usia dini.

Itu agar anak dapat menghormati orang lain, tidak mudah menyakiti orang lain, tidak bersikap kejam, menindas.

"Dan tidak melanggar aturan sosial seperti berbohong, mencuri, dan sebagainya sehingga kita mampu hidup rukun, damai dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia," ujar Hidayat.

Mama Eno Wibowo dan mama Era Wijaya sebagai pendiri Playdate Soloraya dan pencetus Wisata Toleransi untuk keluarga dan anak-anak berharap, kegiatan wisata toleransi seperti ini bisa membudaya.

Tidak hanya di Kota Solo, tetapi hingga ke pelosok Indonesia, sehingga atmosfer positif dan rasa welas asih dapat tercipta untuk Indonesia yang aman, nyaman, damai, dan makmur. Karena sejatinya kita Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#anak #edukasi #wisata toleransi #playdate soloraya #orang tua