RADARSOLO.COM – Tidak hanya menyuguhkan pesona alam saja, Kabupaten Karanganyar juga memiliki beragam peninggalan budaya dan sejarah dari masa lampau.
Seperti yang ada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, terdapat Candi Cetho.
Selain menyuguhkan pesona budaya dan sejarah, candi ini juga menyediakan pemandangan yang menawan.
Candi Cetho ini terletak pada ketinggian 1498 mdpl di lereng Gunung Lawu.
Candi ini menjadi salah satu candi paling tinggi di Indonesia bersama dengan Candi Arjuna, Candi Gedong Songo, dan Candi Ijo.
Letaknya yang ada pada ketinggian 1498 mdpl di atas permukaan laut membuat candi ini serasa berada di atas awan.
Dari ketinggian tersebut, wisatawan bisa menikmati pemandangan yang menawan yang disediakan.
Selain itu, disekitar candi juga terdapat perkebunan sayur yang menghijau milik warga sekitar, sehingga menambah keindahan dan keasrian suasana di Candi Cetho.
Sebagai informasi, Candi Cetho ini adalah candi bercorak Hindu yang diperkirakan didirikan pada masa Kerajaan Majapahit.
Bangunan ini biasanya difungsikan sebagai tempat ibadah, pemujaan, atau penghormatan bagi para leluhur.
Bagi wisatawan yang tengah berada di Karanganyar, tidak ada salahnya untuk singgah sejenak menelusuri kekayaan budaya dan sejarah di Candi Cetho sekaligus menikmati panorama alam sekitarnya yang asri.
Fasilitas yang tersedia di tempat wisata ini juga cukup memadai mulai dari toilet, mushola, warung makan, toko oleh-oleh dan cindera mata, hingga area parkir.
Candi Cetho buka setiap hari, dengan jam operasional dari jam 08.00 hingga 17.00 WIB.
Dikutip dari laman Pesona Karanganyar, untuk masuk ke Candi Cetho akan dikenakan biaya sebesar Rp 10.000,- untuk wisatawan lokal dan sebesar Rp 30.000,- untuk wisatawan mancanegara. (dam)
Editor : Damianus Bram