Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bukan Gunung Lawu atau Bukit Mongkrang, Ini Destinasi Pendakian Bukit Jokolangan dengan Suasana Alami Pas untuk Healing: Ada di Jatiyoso Karanganyar

Syahaamah Fikria • Selasa, 30 Juli 2024 | 05:19 WIB
Jalur pendakian Bukit Jokolangan dan gerbang Jokolangan via Wonorejo di Wonorejo, Jatiyoso, Karanganyar.
Jalur pendakian Bukit Jokolangan dan gerbang Jokolangan via Wonorejo di Wonorejo, Jatiyoso, Karanganyar.

RADARSOLO.COM - Karanganyar dengan keindahan alam khas pegunungan memiliki banyak destinasi wisata pendakian. Tak hanya Gunung Lawu atau Bukit Mongkrang dengan ketinggian lebih rendah. Ada satu destinasi pendakian yang tak kalah seru, yakni Bukit Jokolangan.

Bukit Jokolangan berada di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar. Dengan ketinggian 2.300 mdpl.

Ya, untuk menuju basecamp Bukit Jokolangan, Wonorejo, para pengunjung atau pendaki akan melalui perjalanan menantang, karena treknya yang menanjang dan berliku.

Namun, tenang saja, karena kondisi jalan di sana sudah mulus.

Salah satu tanda pendaki telah sampai di dekat basecamp Bukit Jokolangan adalah adanya gapura kayu nan estetik yang bertuliskan 'Jokolangan via Wonorejo'.

Dari sana, pendaki bisa menuju basecamp yang berada di rumah Agus Salim, Ketua BUMDes sekaligus pengelola pendakian Bukit Jokolangan.

Prosedur Pendakian Bukit Jokolangan

Agus mengatakan, prosedur pendaftaran pendakian tidak rumit.

Cukup mendaftar dan melaporkan terkait jumlah orang yang akan mendaki, perlengkapan, dan lainnya.

Adapun untuk biaya, Agus menyebut, pengelola tak mematok tarif tertentu.

Pendaki bisa membayar seikhlasnya. Itu pun digunakan pengelola untuk penyediaan fasilitas-fasilitas.

Termasuk untuk penjemputan pendaki, seandainya terjadi sesuatu hal yang tak diharapkan di atas bukit.

Selain itu, di setiappos juga terdapat sumber air untuk perbekalan.

"Pendakian ini sifatnya memang belum resmi. Sudah beberapa tahun terakhir, kami berupaya mengurus peizinan ke Perhutani. Namun, sampai saat ini memang belum keluar," tutur Agus.

Meski demikian, pengelola tetap menerapkan aturan yang harus ditaati. Ini sebagai bentuk perlindungan bagi pendaki di Bukit Jokolangan.

Di antaranya, pendaki boleh mendaki saat cuaca bagus, tidak boleh mendaki seorang diri, harus membawa dua handphone (HP). Di mana satu HP tidak diaktifkan terus menerus agar bisa digunakan saat darurat.

"Kami juga minta pendaki menggunakan provider tertentu yang memang tersedia sinyalnya," ucap Agus.

"Di Bukit Jokolangan sendiri ada beberapa titik sinyal. Seperti di puncak bukit dan ada juga di pos 1. Sehingga jika terjadi apa-apa, bisa menghubungi kami, dan langsung kami jemput," terang Agus.

Pemandangan Indah Bukit Jokolangan

Bukit Jokolangan memiliki ketinggian 2.300 mdpl.

Untuk pendaki pemula, kata Agus, dibutuhkan waktu kira-kira 5-6 jam pendakian untuk sampai puncak bukit.

Bukit yang berada di Jatiyoso ini menawarkan pengalaman pendakian yang seru dan menyenangkan.

Dengan suasana yang masih sepi dan alamnya yang masih sangat asri, bisa menjadi tempat pas untuk healing. Sekaligus menyegarkan mata dan pikiran.

"Sama-sama seeru seperti di Bukit Mongkrang. Bedanya kalau di Bukit Jokolangan masih ada banyak pohon di atas. Jadi suasananya sangat sejuk dan hijau," papar Agus.

Perjalanan pendakian 5 jam pun bisa terbayar lunas saat sampai di puncak Bukit Jokolangan.

Dari atas, pendaki bisa melihat view luas, mulai dari Gunung Lawu, lanskap Kota Karanganyar, Solo, bahkan Boyolali.

"Bahkan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri hingga Telaga Sarangan bisa terlihat dari atas," beber Agus.

Sejauh ini, banyak pendaki luar daerah yang melakukan pendakian ke Bukit Jokolangan via Wonorejo, Jatiyoso.

Mereka di antaranya datang dari Magetan, Madiun, Jogja, Solo Raya, Semarang, dan lainnya. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#gunung lawu #wonorejo #Wisata di Karanganyar #bukit jokolangan #pendakian #jatiyoso