Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ini Dia Misteri Candi Sukuh yang Ada di Kaki Gunung Lawu, Ngargoyoso, Karanganyar: Pada Saat Tertentu Muncul Cahaya yang Membentuk Portal

Damianus Bram • Senin, 5 Agustus 2024 | 18:22 WIB
Candi Sukuh, candi di Karanganyar yang arsitekturnya mirip dengan bangunan Suku Maya.
Candi Sukuh, candi di Karanganyar yang arsitekturnya mirip dengan bangunan Suku Maya.

RADARSOLO.COM - Gunung Lawu dipercaya sebagai gunung sakral dengan sangat banyaknya misteri yang menyelimutinya.

Tidak hanya itu saja, di gunung ini juga terdapat Candi Sukuh yang menyimpan misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini.

Candi Sukuh adalah sebuah kompleks candi Hindu yang secara administrasi terletak di wilayah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

 

Dilansir dari laman Kabar BUMN, berikut ini sejumlah misteri yang ada di Candi Sukuh:

1. Candi Hindu Terakhir

Candi Sukuh ini pertama kali ditemukan tahun 1815 oleh Johnson, Residen Surakarta.

Candi mendapat gelar sebagai The Last Temple karena menjadi candi bercorak Hindu terakhir yang ditinggalkan Kerajaan Majapahit.

Catatan sejarah menulis candi ini dibangun pada abad 15 oleh penganut Hindu Tantrayana.

Uniknya, teori lain mengatakan candi ini dibangun jauh lebih lama dari itu.

2. Arsitektur Mirip Piramida Suku Inca

Arsitektur dari Candi Sukuh sangat unik dan bisa dibilang berbeda dengan candi-candi Hindu umumnya di Indonesia.

Komplek candi ini luasnya sekitar 11.000 meter dan memiliki tiga halaman berundak.

Halaman teratas adalah bangunan utama dengan bentuk punden berundak atau susunan batu besar yang membentuk piramida bertingkat.

Bentuk dari Candi Sukuh ini sangat mirip dengan piramida suku Inca Maya yang ada di Peru.

Ada beberapa teori soal bentuk yang mirip dengan piramida Inca tersebut. Salah satunya dari WF Stutterheim.

Menurut Teori WF Stutterheim, arkeolog dari Belanda, saat pembangunan candi tidak didukung waktu dan sumber daya yang cukup. Akibatnya struktur pembuatan tidak rapi dan halus.

3. Seumuran Peradaban Inca

Penelitian tentang Candi Sukuh masih berlanjut. Pada tahun 1982 seorang peneliti dan ahli alam asal Australia melakukan penelitian di candi ini.

Ia menggunakan sampel lumut dan batuan untuk mengetahui umur candi.

Dari hasil penelitan ditemukan Candi Sukuh umurnya jauh lebih tua dibandingkan dengan candi milik Suku Inca Maya.

Maka, dipercaya kalau Candi Sukuh sudah ada jauh sebelum keberadaan kerajaan Majapahit.

4. Diselimuti Kabut Misterius

Tidak hanya itu saja, posisi Candi Sukuh sangat berbeda dengan candi-candi Hindu yang ada di Indonesia.

Candi Sukuh posisinya menghadap ke arah barat. Sementara kebanyakan candi Hindu selalu menghadap ke arah timur.

Tidak hanya itu, menurut penjaga setempat, Candi Sukuh sering diselimuti kabut tebal yang turun tiba-tiba.

Masyarakat sekitar pun sering kali sekelebat melihat cahaya yang membentuk portal.

Cahaya yang muncul dari tiap sudut candi dan membentuk segi delapan seolah-olah seperti gerbang ke atas langit. 

Masyarakat sekitar pun mempercayai bahwa cahaya yang berbentuk segi dekapan itu adalah gerbang gaib.

Konon pada zaman Presiden Soekarno cahaya tersebut sering muncul. Begitu pula pada zaman Presiden Soeharto. Namun sekarang ini, cahaya tersebut sudah jarang muncul. (dam)

Editor : Damianus Bram
#ngargoyoso #gunung lawu #karanganyar #Candi Sukuh #portal #misteri #wisata