RADARSOLO.COM - Kereta uap sudah menjadi transportasi langka yang ada di Indonesia. Pasalnya dengan kemajuan teknologi, keberadaan kereta ini kian terpinggirkan.
Meski demikian, ada sejumlah wilayah yang masih mempertahankan dan mengoperasikan kereta uap sebagai wahana transportasi wisata yang mampu memacu pengalaman baru bagi para wisatawan.
Seperti halnya di Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Karanganyar ini. Destinasi wisata yang juga dikenal dengan nama Agrowisata Sondokoro ini menyuguhkan fasilitas berpetualang dengan menaiki kereta uap dengan harga tiket yang murah.
Ya, keberadaan kereta uap di PG Tasikmadu atau Agrowisata Sondokoro memang tidak sebesar dan selebar kereta uap Jaladara di Kota Solo.
Pasalnya kereta uap ini bukanlah kereta pengangkut penumpang namun kereta yang digunakan untuk mengangkut material pembuatan gula yang menggunakan tebu.
Keberadaan kereta uap di PG Tasikmadu ini menjadi wahana wisata sejarah yang menarik dan mencerahkan.
Dimana selama jalur perjalanan pengunjung akan menelusuri jejak kesuksesan pabrik gula yang pernah menjadi tulang punggung perekonomian di kawasan Kadipaten Pura Mangkunegaran.
Berdasarkan penelusuran RadarSolo.com, untuk menaiki wahana kereta uap di PG Tasikmadu ini, pengunjung tidak perlu uang lebih dari Rp 50 ribu.
Jadi pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk Agrowisata Sondokoro sebesar Rp 10 ribu. Baru kemudian pengunjung membeli tiket seharga 15 ribu untuk menaiki wahana kereta uap tersebut.
Dengan uang sebesar itu, pengunjung bisa menikmati sensasi naik kereta uap jaman dulu sambil berkeliling PG Tasikmadu, termasuk melihat proses pembuatan gula pasir.
Sambil berjalan-jalan, wisatawan akan mengetahui detail proses produksi gula berbahan dasar tebu.
Agrowisata Sondokoro ini terletak di Jalan Mangkunegara Bojonegara, Nglande Wetan, Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar.
Agrowisata Sondokoro buka setiap hari dengan jam operasional mulai dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB pada weekday, kemudian pada weekend muldai dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Sebagai informasi, Agrowisata Sondokoro dahulunya adalah bekas Pabrik Gula Tasikmadu yang didirikan oleh KGPAA Mangkunegoro IV, pemimpin Pura Mangkunegara di Surakarta.
Pabrik ini didirikan setelah PG Colomadu pada tahun 1861, keduanya berada di wilayah hukum Praja Mangkunegaran.
Mangkunegara IV saat itu menjadi satu-satunya orang Jawa yang memiliki pabrik gula pada masa itu.
PG Tasikmadu merupakan salah satu dari sejumlah pabrik gula yang didirikan pada masa kolonial Hindia Belanda dan masih bertahan hingga saat ini. Kini PG Tasikmadu berada di bawah pengelolaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX.
Awalnya transportasi di sekitar pabrik menggunakan gerobak yang ditarik oleh sapi, kerbau, dan kuda.
Namun kemudian mengalami perkembangan teknologi perkeretaapian dengan menggunakan kereta uap, yang kemudian disusul dengan penggunaan mesin diesel.
Satu hal yang menarik saat berkunjung ke Agrowisata Sondokoro adalah kesempatan untuk menjelajahi bekas pabrik gula sambil mencoba kereta api uap di jalur rel kereta tua yang sudah ada lama di area.
Ini tentu menjadi daya tarik pengunjung untuk berwisata sambil mempelajari unsur sejarah yang ada di Agrowisata Sondokoro.
Kereta uap tersebut juga akan melalui sebuah terowongan, sementara di sepanjang rel terdapat tanaman tebu yang tersebar.
Di saat melintasi sisa bangunan di area ini, nuansa kolonial sangat kentara, karena di sebelahnya terdapat rumah berarsitektur khas Belanda dari zaman dahulu. (dam)
Editor : Damianus Bram