RADARSOLO.COM - Di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Sragen terdapat sebuah sendang. Namanya Sendang Betong.
Sama seperti nama dusun di sana. Konon, banyak kisah misteri yang mengiringi keberadaan sendang tersebut.
Sendang Betong dikelilingi pepohonan rindang. Ada pohon gayam, sepreh, hingga beringin yang usianya sudah ratusan tahun.
Keberadaan pepohonan ini kian menambah kewingitan suasana di kawasan Sedang Betong.
Berada di salah satu kawasan perbukitan anak Gunung Lawu, Sendang Betong banyak memiliki cerita mistis.
Warga sekitar percaya, setiap kali ada barang warga yang jatuh ke sendang, pasti tidak ditemukan di dasarnya. Justru barang tersebut ditemukan di tempat lain.
Pernah ada cerita, barang yang jatuh ke sendang ditemukan di sebelah utara objek wisata pemandian air panas Bayanan.
Objek wisata ini lokasinya masih di Desa Jambeyan. Jaraknya sekitar 2,5 kilometer (km) dari Sendang Betong.
Meski sulit dicerna akal sehat, namun kejadian itu sangat diyakini warga setempat.
Ada juga warga yang mengaitkan kejadian tersebut dengan keberadaan sungai bawah tanah. Di mana sungai tersebut menghubungkan Sendang Betong dengan Bayanan.
Seperti penuturan sesepuh sekaligus Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jambeyan Kusmanto, 62.
Menurut Kusmanto, air yang keluar dari Sendang Betong sangat melimpah.
“Dulu sumbernya besar sekali. Sumbernya dari sungai alam. Ceritanya, ada semacam kukusan atau peralatan dapur, kalau dicuci dan jatuh tembusnya di Bayanan,” jelas Kusmanto, kemarin (10/8/2024).
Kusmanto menambahkan, keanehan tidak berhenti pada keberadaan dimensi lain di dasar Sendang Betong. Dia mengaku di dasar Sedang Betong terdapat bebatuan.
“Air yang keluar dari sumber aslinya itu jernih. Tidak perlu direbus, langsung diminum bisa. Karena rasanya sudah segar,” bebernya.
Melimpahnya air yang keluar dari Sendang Betong, justru membuat warga khawatir. Kemudian sesepuh zaman dulu berinisitaif menutup Sendang Betong dengan ijuk dan batu.
“Dulu waktu saya masih kecil sudah seperti itu. Sudah tersumbat. Kalau dihitung sekarang, sudah sampai tiga keturunan. Sejak zaman kakek saya,” ujarnya.
Jika banyak yang mengklaim Sendang Betong wingit, Kusmanto bisa memakluminya. Justru ini positif, karena bisa menjauhkan sendang dari tangan-tangan jahil yang berniat merusak.
“Menurut cerita, Sendang Betong merupakan salah satu peninggalan tokoh kerajaan atau wali zaman dahulu. Ada juga yang menyebut Sendang Betong terbentuk secara alami. Sekarang sudah dimanfaatkan warga untuk air bersih. Sudah ada pipanisasi,” papar Kusmanto.
Satu lagi kisah mistis di Sendang Betong, yakni keberadaan sebongkah batu yang tidak bisa dipindah. Bahkan dengan alat berat sekalipun.
Ceritanya, warga hendak membangun Sendang Betong. Saat hendak menggali untuk membuat tampungan air, warga menemukan sebongkah batu. Perkiraan panjangnya 1,5 meter, lebar 60 sentimeter (cm), dan tinggi 70 cm.
Rencananya, batu itu akan dipecah, tapi tidak mempan. Lalu warga inisiatif memindahkannya dengan alat berat. Sampai-sampai warga putus asa.
“Alat beratnya tidak bisa menembus. Batunya tidak mau pecah. Malah alat beratnya yang terbalik. Padahal posisi tanah di bawahnya sudah dikeruk. Batu itu sampai sekarang dibiarkan saja di dalam sendang,” bebernya.
Di waktu bersamaan, saat menggali warga menemukan sumber mata air baru.
“Harusnya kalau keluar sumber baru, air yang di sendang bisa menyusut. Tapi anehnya, air sendang malah keluarnya tambah deras,” papar Kusmanto. (din/fer)
Editor : Damianus Bram