RADARSOLO.COM - Di kecamatan ujung timur Kabupaten Sukoharjo yakni Polokarto, ada satu lokasi wisata religi yang layak dikunjungi.
Tempatnya sejuk dan sangat recommended untuk mencari ketenangan batin. Tempat ini bernama Sendang Wicaksono.
Masih dalam suasana bulan Sura/Muharam, Sabtu (3/8/2024) lalu, Jawa Pos Radar Solo coba mengunjungi Sendang Wicaksono di Dukuh Denokan, Desa Polokarto, Kecamatan Polokarto.
Tempat ini sejuk saat siang hari. Suasananya cocok untuk melepas penat. Namun akan ramai dikunjungi peziarah pada malam-malam tertentu.
Sendang Wicaksono merupakan sendang peninggalan Pakubuwono (PB) X. Lokasinya di tepi sungai desa setempat.
Tidak ada transportasi umum untuk menuju lokasi. Hanya bisa dicapai dengan kendaraan pribadi.
Namun mudah ditemukan karena tak jauh dari Balai Desa Polokarto dan terletak di pinggir jalan dukuh.
”Ya sendang ini peninggalan PB X, dulu sempat tertutup, tapi kini sudah dipugar,” kata Sidik Noto Prayitno, 85 juru kunci Sendang Wicaksono.
Sebuah prasasti tertulis dalam huruf Jawa dengan tanda Paku Buwono X juga terpasang di kawasan mata air atau Sendang Wicaksono.
Dalam sejarahnya, nama Wicaksono diberikan oleh Raja Keraton Surakarta Sri Susuhunan Paku Buwono X (1839-1939).
Dia yang memerintahkan agar di sekitar sendang itu dibuat bangunan pendukung.
Sendang yang berada di pinggir sungai kecil di bawah pohon beringin besar ini, terdapat tiga mata air saling berdekatan dengan masing-masing dibatasi pagar tembok.
Sejak sendang dipugar, lanjut Sidik, setiap malam masih banyak orang yang datang melakukan ritual tirakat dengan beragam niat.
Jika siang sampai sore hari, banyak juga yang berkunjung untuk sekadar istirahat melepas penat dan mambasuh diri di sendang itu. Baik di sendang Lanang atau sedang wedok atau mengambil air di sumur segi 10-nya.
”Sendang dipugar dengan masih mempertahankan bentuk aslinya, sumur segi 10,” katanya.
Sekarang bangunan sendang yang sejak 1950 terlihat angker, kuno, dan berlumut tertutup sendimen lumpur ini sudah terlihat asri, bersih, dan terawat.
Kondisi bangunan penunjang sendang juga dibuatkan taman dan tempat singgah yang rindang.
Batas sendang dan sungai juga ditalut, supaya sendang tidak lagi tertutup sedimen lumpur sungai.
”Dipugar sekitar tahun 2021 lalu, oleh anggota DPR RI,” katanya. (kwl/adi)
Editor : Damianus Bram