RADARSOLO.COM - Tenggir Park, yang berada tak jauh dari Candi Sukuh, sudah jadi salah satu jujugan wisata favorit di Ngargoyoso, Karanganyar.
Namun, mungkin masih banyak yang belum tahu jika di balik keseruan wisata Tenggir Park, ada air terjun yang cantik dan alami.
Air Terjun Bidadari namanya. Jika pengunjung masuk ke destinasi wisata Tenggir Park, akan menemui papan kayu yang bertuliskan "Air Terjun Bidadari".
Ya, dengan mengikuti arah dari papan kayu itu, pengunjung bisa melihat kecantikan air terjun, yang selama ini belum banyak dijamah wisatawan.
Melansir dari YouTube Buddy List, untuk menuju Air Terjun Bidadari memang membutuhkan sedikit effort.
Pengunjung harus berjalan melewati jalan setapak, dengan medan yang licin saat tanahnya basah.
Namun tenang saja, jalan menuju air terjun itu cukup aman dan sudah dibuat sedemikian rupa.
Sehingga meski harus berjalan beberapa saat, Anda tetap bisa menikmati keindahan alam di sekitarnya.
Air Terjun Bidadari sendiri terlihat sangat cantik.
Dari kejauhan sudah tampak air yang mengalir deras dari atas, di antara pepohonan dan tanaman hijau. Benar-benar sangat alami.
Suasana di sana juga masih cukup sepi, sehingga Anda bisa puas bermain air nan jernih dan segar, serta berfoto-foto.
Pepohonan yang cukup rimbun dengan hawa dingin khas pegunungan, membuat hidden gem ini cocok untuk Anda yang ingin healing. Melepaskan kepenatan dan jauh dari hiruk pikuk keramaian.
Bagaimana Menuju ke Sana?
Bagi yang ingin healing ke Air Terjun Bidadari, Anda bisa datang ke Tenggir Park yang berada di Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar.
Lokasinya berada di sisi timur Candi Sukuh, dengan jarak hanya sekitar 90 meter.
Merujuk akun Instagram Tenggir Park, @tenggir.park, tiket masuk ke destinasi wisata tersebut sebesar Rp 15.000.
Selain bisa menikmati keindahan Air Terjun Bidadari, pengunjung juga bisa menjajal berbagai wahana maupun spot foto nan Instgramable di sana.
Seperti taman bunga, spot sepeda layang, rumah pohon, spot rumah honai, spot ranjang gantung, kolam renang, hingga permadani atau karpet terbang.
Kemudian, ada pula area luas untuk outbond, camping, serta fasilitas glamping hingga coffeeshop. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria