RADARSOLO.COM – Di Karanganyar terdapat satu destinasi wisata sejarah, yakni Taman Wisata Sapta Tirta Pablengan.
Tempat ini merupakan peninggalan dari Pura Mangkunegaran berupa kolam pemandian seluas 2 hektar.
Sapta Tirta Pablengan merupakan sumber mata air yang berjumlah 7 (tujuh) dengan rasa yang bermacam-macam dalam satu area.
Taman Wisata Sapta Tirta Pablengan ini terletak di Desa Pablengan, Kecamatan Matesih, Karanganyar. Tempat ini adalah salah satu obyek wisata yang terkenal di Bumi Intanpari.
Taman wisata sejarah Sapta Tirta Pablengan ini berada di kaki Gunung Lawu dengan berhawa sejuk, serta berlatar belakang hutan pinus Argotiloso.
Dengan kondisi demikian tak heran Sapta Tirta Pablengan menjadi obyek wisata yang diminati masyarakat.
Sesuai dengan namanya, terdapat tujuh (sapta) mata air yang saling berdekatan. Jarak terdekat antara satu mata air dengan mata air lain adalah 5 meter sementara yang paling jauh adalah 13 meter.
Uniknya, meski letaknya saling berdekatan, ketujuh mata air di sini memiliki kandungan berbeda-beda. Setiap mata air di kawasan ini pun dianggap memiliki khasiat yang berbeda.
Selain itu, di kawasan ini, terdapat pula pemandian para putri keraton atau biasa disebut Keputren peninggalan Raden Mas Surono atau Mangkunegoro VI. Keputren ini terdiri dari enam bilik kamar mandi.
Berdasarkan cerita sejarah, destinasi wisata ini konon ditemukan oleh Raden Mas Said (Pangeran Sambernyawa) yang kecewa terhadap bangsa Belanda yang semakin berani ikut campur dalam urusan Keraton Kartasura.
Kemudian Raden Mas Said pergi meninggalkan keraton untuk melakukan perlawanan dengan Belanda.
Beliau bertapa di Bukit Argotiloso dan mendapat petunjuk untuk mengambil pusaka Tombak Tunggul Naga yang dipergunakan Raden Mas Said untuk melawan pasukan Belanda.
Tidak hanya itu beliau juga memperoleh petunjuk untuk menuju ke tujuh sumber mata air dan memandikan tentaranya di seluruh mata air tersebut yakni di air Bleng, air Urus-urus, air Soda, air mati dan air hidup, air Kasekten, air hangat Kamulyan.
Ketujuh mata air ini diyakini memiliki khasiat yang berbeda-beda. Air soda dipercaya mampu menyebuhkan penyakit dalam, menurunkan kolesterol dan lain-lain.
Kemudian air hangat Kamulyan dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit kulit atau rematik.
Lalu air hidup digadang-gadang memberikan kasiat wajah jadi telihat awet muda. Air urus-urus juga dipercaya mampu memperlancar buang air besar.
Bagi yang ingin berkunjung di tempat wisata sejarah Sapta Tirta Pablengan ini pengunjung akan dikenakan tarif biasa masuk wisata sebesar Rp 7 ribu saja per orang.
Obyek wisata Sapta Tirta Pablengan ini buka setiap hari dengan jam operasional dari 08.00 hingga 18.00 WIB. (dam)
Editor : Damianus Bram