Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Menikmati Pesona Desa Pranten: Desa di Atas Awan dengan Nikmatnya Pemandangan Tol Khayangan

Laila Zakiya • Minggu, 20 Oktober 2024 | 20:28 WIB
Tol Khayangan di Desa Pranten, Kabupaten Batang.
Tol Khayangan di Desa Pranten, Kabupaten Batang.

RADARSOLO.COM - Desa Pranten, yang terletak di perbatasan Dieng, Kabupaten Batang, kini semakin menarik untuk dikunjungi.

Setelah penantian selama tujuh tahun, warga dan wisatawan akhirnya dapat menikmati akses internet yang memadai di desa yang sering disebut "Desa di Atas Awan" ini.

Desa Pranten memang memiliki pesona alam yang luar biasa.

Berada di ketinggian 1.988 mdpl, desa ini dikelilingi pemandangan hijau yang subur dan menyejukkan mata.

Selain itu, "Tol Khayangan" yang menjadi akses menuju desa ini, menawarkan sensasi seolah-olah melewati jalur di atas awan.

Pemandangan menakjubkan dan hawa dingin khas pegunungan menjadikan desa ini destinasi favorit bagi para wisatawan yang ingin menikmati suasana yang tenang dan eksotis.

Dengan hadirnya akses internet yang kini bisa diandalkan, pengalaman mengunjungi Desa Pranten semakin lengkap.

Wisatawan bisa dengan mudah berbagi momen seru mereka saat menjelajahi desa ini, mulai dari melintasi Tol Khayangan, hingga menikmati jagung bakar dan secangkir kopi panas di tengah lautan awan.

Semua ini bisa langsung dibagikan melalui media sosial atau video call dengan orang terdekat.

"Pada tahun 2017, kami berjuang keras untuk mendapatkan sinyal internet. Kami bahkan harus mendatangi Dinas Kominfo dan berbagai dinas lainnya untuk meminta bantuan. Awalnya, kami hanya mendapat bantuan Wi-Fi di satu titik, yaitu di Kantor Desa," ungkap Ella, Sekretaris Desa Pranten, saat berbicara mengenai perjuangan panjang untuk mendapatkan akses internet.

Pandemi yang melanda semakin memperkuat kebutuhan desa akan internet.

Baca Juga: Teguh-Gage Dapat PR dari Tokoh Agama

Banyak kegiatan administrasi dan belajar mengajar yang dilakukan secara online.

Kesulitan warga desa lantas mendapat perhatian dari Telkomsel.

"Alhamdulillah, kami bertemu dengan pihak Telkomsel yang akhirnya memberikan solusi untuk permasalahan ini," tambah Ella.

Manager NOP Pekalongan, Fanan Yosie Risdian, juga menjelaskan bagaimana tantangan yang dihadapi dalam memasang infrastruktur internet di Desa Pranten.

Warga Desa Pranten di Kabupaten Batang  kini tak terkendala sinyal internet.
Warga Desa Pranten di Kabupaten Batang kini tak terkendala sinyal internet.

"Wilayah ini cukup jauh dari tower Telkomsel yang ada, serta memiliki kontur alam yang sangat menantang, seperti tanjakan ekstrem dan perbukitan," katanya.

Berkat kolaborasi antara Telkomsel, Dinas Kominfo, dan Pemerintah Desa, kini Desa Pranten memiliki BTS (Combat Minimalis) yang memungkinkan warga dan wisatawan menikmati sinyal internet berkualitas.

Dengan akses internet yang lebih baik, pariwisata desa ini diharapkan semakin berkembang, memberi dampak positif pada kesejahteraan masyarakat setempat.

"Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang bagaimana kami di Telkomsel bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas," tutup Fanan.

Kini, Desa Pranten siap menyambut para wisatawan dengan keindahan alam yang memikat serta fasilitas internet yang mendukung, menjadikan perjalanan ke desa ini pengalaman yang tak terlupakan. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Desa Pranten #Kabupaten Batang #Dieng