RADARSOLO.COM - Di Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, tepatnya di Desa Berjo terdapat destinasi wisata berupa telaga alami yang kerap dikunjungi wisatawan.
Objek wisata ini bernama Telaga Madirda. Tempat ini merupakan salah satu telaga yang sangat cantik dan mempunyai kisah sejarah yang diyakini oleh masyarakat setempat.
Konon, telaga ini terbentuk dari benda pusaka yang sakti bernama "Cupu Manik Astagina," bahkan si empunya dapat melihat seluruh isi dunia tanpa mendatanginya.
Dilansir dari laman Pesona Karanganyar, kisah ini berawal dari adanya sepasang suami istri bernama Dewi Indradi dan Resi Gutama yang memiliki 3 orang anak.
Ketiga anak mereka diberi bernama Retno Anjani, Subali, dan Sugriwa.
Sang ibu, Dewi Indradi menyerahkan pusaka kepada Retno Anjani, yang membuat kedua saudaranya yang lain merasa iri.
Karena ayahnya tidak menginginkan adanya perselisihan diantara ketiga anaknya, maka akhirnya dia membuang benda pusaka tersebut.
Secara ajaib, Cupu Manik Astagina kemudian berubah menjadi sebuah telaga yang memiliki air yang sangat jernih dan tidak pernah kering. Dan telaga tersebut dikenal hingga saat ini dengan nama Telaga Madirda.
Telaga dengan luas sekitar 3,5 hektare pun menjadi sebuah objek wisata alam berupa telaga alami.
Lokasinya terletak di Dusun Tlogo, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.
Pengunjung bisa menikmati keindahan alam yang disuguhkan telaga ini. Udaranya pun sejuk menenangkan hati karena disekitarnya terdapat pepohonan rindang.
Telaga Madirda ini kerap menjadi jujugan favorit wisatawan yang berkunjung ke Karanganyar.
Pasalnya, selain ada telaga alami yang indah, destinasi wisata ini juga menyuguhkan sejumlah wahana dan fasilitas seperti water park, outbond, spot foto, camping ground, family camp, hingga venue event.
Objek wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB untuk weekday dan 08.00 – 17.30 WIB untuk weekend. (dam)
Editor : Damianus Bram