RADARSOLO.COM - Bercerita tentang potensi wisata di Karanganyar serasa tidak ada habisnya. Ya, Kabupaten yang ada di lereng Gunung Lawu ini memang dikenal kaya akan pesona alam yang menawan.
Salah satunya adalah Desa Rejosari yang berjuang dalam menghadirkan destinasi wisata yang mumpuni dan layak dikunkungi.
Dengan segala perjuangannya, Desa Rejosari yang ada Kecamatan Gondangrejo ini berhasil menghadirkan Bukit Sosogan yang dulunya dikenal sebagai daerah minus.
Bukit Sosogan yang ada di Desa Rejosari berhasil disulap menjadi destinasi wisata yang terus menjadi magnet bagi wisatawan.
Letak geografis Bukit Sosogan ada di wilayah yang gersang. Namun kini, potensi wisata di kawasan tersebut mulai dilirik.
Pengembangan kawasan Bukit Sosogan, tak lepas dari kesuksesan gelaran event yang digelar pemerintah pusat, beberapa tahun lalu.
Setelah hajatan tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Rejosari mulai tergerak untuk membenahi kawasan itu. Harapannya, ke depan ikut menyangga perekonomian warga sekitar.
Sebagai informasi, tempat ini awalnya hanya bukit kecil. Dan merupakan aset tanah kas desa.
Lantas Kepala Desa Rejosari dan masyarakat melihat keberadaan tempat ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu venue pertunjukan.
Hal inilah yang menjadi dasar pemerintah desa setempat bersama tokoh masyarakat sekitar, menyepakati lokasi tersebut dikembangkan menjadi tempat wisata.
Bukit Sosogan ditunjang pemandangan indah dan masih alami. Kawasan yang gersang, perlahan dipercantik. Tempat ini diubah agar mampu menjadi magnet bagi wisatawan.
Salah satunya sebagai lokasi pertunjukan seni budaya. Baik menonjolkan seni budaya asli desa, maupun Bumi Intanpari.
Selain itu, pemdes juga memperbaiki akses menuju Bukit Sosogan. Jalanan desa yang dulunya rusak, mulai dipermulus.
Melalui percepatan pembangunan infrastruktur. Termasuk membentuk badan usaha milik desa (BUMDes), yang dipercaya mengelola kawasan Bukit Sosogan.
Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi dengan selter kuliner yang mengelilingi panggung pertunjukan.
Termasuk pembangunan pendopo, yang bisa digunakan sebagai tempat pertemuan warga.
Jadi kalau wisatawan datang, bisa melihat pemandangan bukit di sekitar Kampung Purba. Di sana juga dilengkapi dengan tempat menggelar pertemuan. Dan tentunya disertai dengan shelter kuliner yang layak untuk dicicipi. (dam)
Editor : Damianus Bram