RADARSOLO.COM - Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten menawarkan berbagai aktivitas minat khusus bagi wisatawan yang berkunjung. Salah satunya melihat satwa liar di lereng Merapi.
Untuk dapat berinteraksi dengan hewan liar khas Merapi, wisatawan bisa memulainya dari Objek Wisata Alam Kalitalang di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).
Saat melakukan perjalanan ke Kalitalang, langsung disambut kawanan monyet ekor panjang yang berada di sisi kanan-kiri jalan. Terutama pada pepohonan yang tumbuh di sekitar Kali Woro setelah melewati Kantor Desa Balerante.
Tampak monyet ekor panjang itu terbagi dalam beberapa kelompok. Mereka bergelantungan dari pohon ke pohon lainnya. Pemandangan itu membuat wisatawan yang melintas mengabadikan momen tersebut dengan kameranya masing-masing.
Kawanan monyet ekor panjang itu sebenarnya tak hanya dijumpai di daerah itu saja. Tetapi wisatawan juga bisa menjumpai di objek wisata alam Kalitalang. Kawasan yang berada TNGM itu memang menawarkan aktivitas minat khusus pemantauan satwa liar.
Untuk pemantauan di Kali Talang bisa dilakukan dari menara pantau di kawasan TNGM. Ketinggiannya sekira 12 meter.
Ada tiga lantai, pertama dan kedua untuk wisatawan. Hanya saja lantai I maksimal 10 orang dan lantai 2 maksimal 5 orang.
Sementara itu, untuk lantai 3 dikhususkan bagi petugas Balai Taman Nasional Merapi (BTNGM). Termasuk untuk memantau Gunung Merapi maupun kawasan hingga satwa.
Pemantauan satwa liar juga bisa dilakukan sambil tracking di Kalitalang. Menyusuri perbukitan di kawasan lereng Merapi sejauh 3 kilometer (km) dengan empat pos.
Selain disuguhi pemandangan rapatnya pepohonan dan hijaunya rerumputan, juga satwa liar seperti monyet ekor panjang.
Pengalaman menjumpai monyet ekor panjang saat tracking di Kalitalang dialami oleh Ratna Shinta, 23, wisatawan asal Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIY).
”Selama melakukan tracking asyik juga dan pemandangannya bagus. Selama perjalanan malah menjumpai monyet-monyet dan pepohonan yang begitu rindang,” ujar Shinta saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di objek wisata alam Kalitalang, Kamis (20/2/2025).
Lebih lanjut, Shinta mengungkapkan, tracking di Kalitalang cocok bagi mereka yang pemula. Apalagi pemandangan yang disuguhkan beragam selama perjalanan, salah satunya satwa liar monyet ekor panjang tersebut.
Shinta mengaku, melakukan tracking hanya sampai pos 3 dari total 4 pos. Meski begitu, dia cukup puas dengan suasana yang didapatkan. Terutama hawa sejuk khas lereng Merapi.
”Ini sudah yang kedua kalinya saya berkunjung ke Kalitalang ini. Cocok bagi anak muda yang suka dengan alam,” ujar Shinta.
Pengelola wisata Kalitalang, Jainu membenarkan adanya aktivitas minat khusus pemantauan satwa liar yang ada di kawasan lereng Merapi tersebut. Salah satunya yang paling dinanti yakni melakukan pengamatan burung elang Jawa.
”Mereka (wisatawan) butuh waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari untuk bisa melakukan pemantauan burung elang Jawa,” ujar Jainu.
Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Solo, hasil pantauan yang dilakukan BTNGM di kawasan Kalitalang hingga Sapuangin, Kemalang terdapat enam ekor hingga tujuh ekor burung elang Jawa.
Apabila beruntung, wisatawan bisa menjumpai burung elang Jawa di kawasan tersebut.
”Memang wisatawan yang datang ke Kalitalang 80 persen melakukan aktivitas tracking. Meski sebenarnya juga ada lari, camping dan minat khusus pemantauan satwa liar,” ujar Jainu. (ren/adi)
Editor : Damianus Bram