RADARSOLO.COM – Wisata keluarga seringkali hanya terbatas pada kunjungan ke taman hiburan atau pusat perbelanjaan.
Namun, Konco Sobo menghadirkan konsep berbeda, yakni wisata edukasi yang mengajak orang tua dan anak menjelajahi sejarah Solo melalui hidden gem budaya dan tradisi lokal.
Dibentuk pada Oktober 2024 oleh Nadia La Tsaniya (28) dan Ai Santineu (31), Konco Sobo hadir sebagai wadah belajar interaktif di luar kelas.
Dengan latar belakang sebagai pengajar dan pegiat sejarah, keduanya ingin membangun ruang eksplorasi yang menghubungkan anak-anak dan orang tua melalui pengalaman budaya langsung.
"Ini semacam pop art class, tetapi dalam bentuk wisata. Kami ingin menciptakan aktivitas yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna bagi keluarga," ujar Nadia.
Trip Bersejarah, Belajar Budaya Lewat Pengalaman Langsung
Sejak diluncurkan, Konco Sobo telah menggelar tiga perjalanan edukatif, masing-masing dengan tema dan aktivitas interaktif yang berbeda.
Trip pertama – Kampung Batik Laweyan
- Peserta melihat langsung proses produksi batik rumahan.
- Mengunjungi bunker peninggalan Belanda di rumah warga.
- Belajar membuat Kue Ledre khas Laweyan.
Trip kedua – Kampung Baluwarti (Keraton Kasunanan Surakarta)
- Menelusuri bangunan bersejarah di dalam kompleks keraton.
- Mengunjungi SD Kasatriyaan yang berdiri sejak 1910.
- Belajar tentang ajaran Hindu di Pura Madiraseta yang berada di tengah lingkungan keraton Islam.
Menurut Ai, konsep perjalanan ini dibuat agar anak-anak lebih mudah memahami sejarah dengan cara yang menyenangkan.
"Kami ingin mereka tahu bahwa tempat-tempat ini bukan sekadar bangunan tua, tetapi menyimpan kisah menarik yang membentuk Solo hingga saat ini," jelasnya.
Aktivitas Interaktif, Orang Tua Ikut Berpartisipasi
Keunikan Konco Sobo terletak pada aktivitas interaktif di setiap lokasi. Anak-anak dan orang tua tidak hanya mendengarkan cerita sejarah, tetapi juga ikut menciptakan pengalaman.
Di Laweyan, peserta diajak untuk belajar membatik tas. Kemudian di Baluwarti, mereka diajak untuk membuat jamu tradisional.
Selain itu, program ini menekankan keterlibatan aktif orang tua, bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai bagian dari proses belajar bersama.
"Kami tidak menerima peserta yang hanya ingin menitipkan anak. Konsepnya adalah wisata edukatif keluarga, di mana orang tua juga ikut belajar dan berbagi pengalaman dengan anak-anak mereka," tegas Ai.
Destinasi Berikutnya: Sobo Ndeso di Mojolaban
Konco Sobo terus mengembangkan konsepnya dengan perjalanan berikutnya yang bertajuk “Sobo Ndeso” di Mojolaban.
Dalam program ini, peserta akan diajak untuk:
- Mengenal kehidupan desa.
- Bertani dan berladang seperti masyarakat lokal.
- Mempelajari tradisi pangan khas pedesaan.
Dengan kombinasi edukasi dan petualangan, Konco Sobo menjadi pilihan wisata unik bagi keluarga yang ingin mengenalkan sejarah dan budaya kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan. (ves/dam)
Editor : Damianus Bram