Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gaet Anak Muda, Pura Mangkunegaran Menjaga Relevansi Budaya Jawa

Maulida Afifa Tri Fahyani • Sabtu, 22 Maret 2025 | 22:15 WIB
EPIC: Sejumlah sekuel dalam pertunjukan Sudamala: Dari Epilog Calonarang yang tersaji di Pura Mangkunegaran, Jumat malam (23/6), melibatkan sekira 402 orang. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
EPIC: Sejumlah sekuel dalam pertunjukan Sudamala: Dari Epilog Calonarang yang tersaji di Pura Mangkunegaran, Jumat malam (23/6), melibatkan sekira 402 orang. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Generasi muda masih menjadi target utama dalam pengembangan destinasi wisata di Solo. Hal ini seperti dilakoni pengelola destinasi Pura Mangkunegaran.

Business Development Pura Mangkunegaran Nina Widjaja mengatakan, saat ini peta demografi pengunjung pada destinasi ini mulai berubah.

Menurutnya, mulai banyak kalangan generasi muda yang semakin tertarik untuk menjelajahi destinasi budaya yang kaya nilai sejarah seperti Pura Mangkunegaran.

"Kami juga tidak bisa memungkiri dalam beberapa tahun terakhir ada yang kami sebut Kanjeng Gusti effect. Di mana itu sangat merubah peta demografi pengunjung Mangkunegaran. Jadi kami juga sedang perupaya untuk memenuhi keinginan pengunjung sesuai data demografi yang ada,” katanya kepada Jawa Pos Radar Solo, belum lama ini.

Nina menjelaskan, perubahan ini membuat Pura Mangkunegaran berupaya menyajikan pengalaman wisata yang lebih segar dan relevan bagi minat pengunjung muda.

Salah satunya melalui inovasi, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada.

"Inovasi menjadi kunci. Kami berusaha memberikan pengalaman yang tidak hanya memperlihatkan benda-benda mati seperti di museum, tetapi juga menghidupkan sejarah, budaya, dan arsitektur Jawa melalui narasi yang lebih modern dan dekat dengan minat generasi muda," jelasnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, lanjut Nina, pihaknya turut memperkenalkan rute-rute wisata baru. Seperti perjalanan sejarah dari sudut pandang raja, serta penyajian arsitektur Jawa dengan narasi yang mudah diterima pengunjung.

"Selain itu, kami juga menyesuaikan produk merchandising dengan preferensi pasar muda, menawarkan barang-barang dengan desain cerah dan ceria," ungkapnya.

Generasi muda saat ini, menurut Nina, memiliki karakteristik yang sangat tertarik pada budaya. Mereka ingin mengenal lebih jauh tentang identitas Jawa.

Banyak dari mereka datang ke Solo bukan hanya untuk berwisata, tetapi juga untuk menemukan kembali akar budaya mereka.

"Bagi mereka, mengunjungi Mangkunegaran adalah sebuah cara untuk merasakan dan mengapresiasi warisan budaya Jawa yang terkadang dianggap sulit dijangkau, terutama bagi generasi yang lebih muda yang mungkin tidak terlalu fasih berbahasa Jawa atau mengenal tradisi lebih dalam," urainya.

Selain itu, dekatnya generasi muda dengan media sosial membuat eksistensi Pura Mangkunegaran kian dikenal. Ini membuat minat generasi muda terhadap budaya Jawa semakin meningkat.

"Kami juga berusaha menciptakan pengalaman penjunjung ketika bertamu ke rumah raja bagaimana, tentang mana-mana yang boleh dikunjungi dan tidak dengan narasi-narasi menarik," ujarnya.

"Selain itu, kami juga banyak berkolaborasi dengan komunitas lokal, yang harapannya dengan upaya-upaya ini Pura Mangkunegaran kian relevan dengan minat pengunjung muda saat ini," tandasnya. (ul/nik)

Editor : Niko auglandy
#wisatawan #Pura Mangkunegaran