RADARSOLO.COM - Karanganyar, Jawa Tengah, tak hanya dikenal dengan keindahan alamnya yang memesona, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang luar biasa.
Di balik sejuknya udara lereng Gunung Lawu, tersembunyi sejumlah candi kuno yang menjadi saksi kejayaan masa lalu sekaligus destinasi wisata budaya yang layak dikunjungi saat liburan Lebaran.
Momen Idul Fitri bisa menjadi waktu yang tepat untuk menikmati liburan bersama keluarga sambil menelusuri kekayaan sejarah Indonesia.
Dari Candi Sukuh yang sarat simbolisme Hindu hingga situs mistis Candi Kethek yang masih dipenuhi misteri, berikut daftar candi di Karanganyar yang wajib masuk itinerary:
1. Candi Sukuh, Candi Penuh Simbol Kuno yang Unik
Candi Sukuh terletak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso.
Candi ini bercorak Hindu dan dibangun pada masa akhir Kerajaan Majapahit.
Yang membedakan Candi Sukuh dari candi lainnya adalah arsitekturnya yang menyerupai piramida dan simbol-simbol kesuburan yang cukup unik.
Dibangun di atas lahan seluas 5.500 meter persegi, kompleks ini terdiri dari tiga teras bertingkat layaknya punden berundak zaman Megalitikum.
Candi Sukuh buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, dengan fasilitas lengkap seperti tempat parkir, mushola, toilet, dan area oleh-oleh.
2. Candi Cetho, Puncak Spiritual di Lereng Lawu
Tak jauh dari Candi Sukuh, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke Candi Cetho yang berada di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi.
Candi bercorak Hindu ini diperkirakan dibangun pada abad ke-15 dan memiliki 13 teras bertingkat, meski kini hanya sembilan yang tersisa setelah pemugaran.
Dari kawasan candi, wisatawan bisa menikmati panorama Gunung Lawu yang menakjubkan.
Tak heran jika banyak wisatawan datang bukan hanya untuk berwisata sejarah, tetapi juga untuk kontemplasi dan foto-foto estetik.
Candi Cetho buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB.
3. Candi Kethek, Situs Purbakala yang Tersembunyi
Candi Kethek atau "Candi Kera" berada sekitar 300 meter dari Candi Cetho, di hutan pinus milik Perhutani.
Dinamakan demikian karena dahulu sering terlihat kawanan kera di lokasi ini.
Candi ini juga merupakan peninggalan akhir Kerajaan Majapahit dengan struktur punden berundak.
Ekskavasi Candi Kethek baru dilakukan pada tahun 2005 oleh Balai Arkeologi dan Universitas Gadjah Mada.
Situs ini buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB, dan dilengkapi fasilitas seperti toilet, area parkir, dan kios oleh-oleh di sekitar Candi Cetho.
4. Candi Planggatan, Jejak Religi Kuno yang Masih Terjaga
Berjarak sekitar 3 km dari Candi Sukuh, terdapat situs Candi Planggatan di Dusun Tambak, Desa Berjo.
Situs ini menampilkan struktur bangunan berteras dengan berbagai relief seperti arca Ganesha, kuda, dan pengawal kerajaan.
Keberadaan prasasti "Gajah wiku hanahut wulan" menunjukkan bahwa situs ini telah ada sejak tahun 1456 M.
Meski belum sepenuhnya dipugar, Planggatan tetap menarik untuk dijelajahi karena atmosfer spiritual dan peninggalan arkeologinya.
5. Situs Menggung, Perpaduan Punden dan Tradisi Sakral
Berada di Dusun Nglurah, Tawangmangu, Situs Menggung atau Candi Menggung merupakan punden berundak yang sarat makna spiritual.
Tempat ini memiliki lima tingkat yang dihubungkan tangga batu dan berisi artefak seperti menhir, yoni, dan arca Durga.
Uniknya, hingga kini masyarakat setempat masih menggelar tradisi Dukutan setiap Selasa Kliwon dalam penanggalan Jawa, sebagai bentuk bersih desa dan ritual tolak bala.
Kegiatan ini menambah daya tarik situs Menggung sebagai destinasi wisata budaya yang hidup.
Karanganyar bukan sekadar tempat wisata alam, tapi juga surga bagi pecinta sejarah dan budaya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria