RADARSOLO.COM – Kabupaten Karanganyar semakin serius mengembangkan sektor pariwisata berbasis alam. Selain Tawangmangu dan Ngargoyoso yang telah dikenal sebagai destinasi unggulan, kini potensi wisata mulai bergerak ke arah selatan, tepatnya di Kecamatan Jatiyoso.
Salah satu destinasi yang mulai menyita perhatian adalah Bendungan Jlantah di Desa Tlobo Ledok, Jatiyoso.
Sejak elevasi airnya mencapai 100 persen pada Maret lalu, kawasan ini semakin ramai dikunjungi wisatawan lokal sebagai tempat healing keluarga yang murah meriah dengan udara sejuk khas pegunungan.
Sayangnya, akses menuju Bendungan Jlantah masih terbatas. Wisatawan dari kawasan Tawangmangu dan Ngargoyoso harus memutar jauh melalui Kecamatan Jatipuro dan Jumapolo.
Menyadari keterbatasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karanganyar merancang pembangunan jalan tembus yang menghubungkan Tawangmangu dan Jatiyoso.
“Mimpi saya itu (jalan tembus Tawangmangu-Jatiyoso). Kan sudah ada Waduk Jlantah sebagai destinasi wisata baru, agar bisa disambungkan dengan Tawangmangu dan Ngargoyoso,” ujar Bupati Karanganyar Rober Christanto saat mendampingi kunjungan anggota DPR RI Sriyanto Saputra ke Bendungan Jlantah, beberapa waktu lalu.
Rober optimistis jika konektivitas antarwilayah wisata tersambung, maka wisatawan tidak hanya datang untuk satu-dua hari, tetapi bisa tinggal lebih lama dan mengunjungi lebih banyak destinasi di Karanganyar.
“Setelah dibangun jalan baru, wisatawan bisa lintas dari Tawangmangu ke Jatiyoso. Di sisi lain, warga kami di sini juga aktif. Ada komunitas peduli waduk yang dibentuk sebelum peresmian bendungan. Mereka siap menyambut wisatawan, bahkan sudah menggelar festival durian di sini, dan itu sangat luar biasa,” tambahnya.
Desa Tlobo Ledok Mulai Bergerak
Kepala Desa Tlobo Ledok Winahyu Tri Prasetyo, menyebut potensi wisata Bendungan Jlantah disambut baik masyarakat.
Desa telah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Komunitas Peduli Waduk (KPW) sebagai ujung tombak pengelolaan wisata.
“Kami sudah memiliki 20 stand UMKM. Saat akhir pekan, pengunjung membludak. Kami juga tengah mempersiapkan kerja sama dengan pengusaha lokal untuk membuka restoran dan wahana seperti waterboom di sisi barat bendungan. Di situ kami punya tanah kas desa yang sangat potensial,” ungkap Winahyu.
Tak hanya itu, Desa Tlobo juga menggandeng komunitas Jeep Wisata untuk menjelajahi lereng Gunung Lawu dan kawasan sekitar bendungan. Saat ini sudah ada 15 unit jeep yang siap beroperasi.
“Bulan depan, setelah pelantikan pengurus KPW, wisata jeep resmi kami luncurkan. Jalurnya sudah mendapatkan izin, dan rencananya wisatawan akan diajak keliling waduk hingga ke dusun-dusun, yang nantinya juga menyediakan oleh-oleh khas desa,” pungkasnya.
Dengan rencana pembangunan jalan tembus dan pelibatan aktif masyarakat, Bendungan Jlantah diharapkan bisa menjadi destinasi wisata baru yang bersinergi dengan kawasan unggulan seperti Tawangmangu dan Ngargoyoso.
Karanganyar kian siap menjemput era baru pariwisata berkelanjutan yang menyejahterakan warga lokal. (dam)
Editor : Damianus Bram