Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pemandian Air Panas Ngunut di Sambirejo Sragen, Keajaiban Vulkanis Gunung Lawu

Ahmad Khairudin • Sabtu, 3 Mei 2025 | 14:30 WIB
Pemandian air panas Ngunut di Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Pemandian air panas Ngunut di Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Warga Sragen lebih banyak mengenal sumber mata air panas Bayanan. Padahal ada sumber mata air panas lainnya yang tak kalah menarik untuk dikunjungi, yakni Ngunut.

Meski masih di kaki Gunung Lawu, pemandian air panas Ngunut dan air panas Bayanan punya jalur akses yang berbeda. Namun menawarkan kesegaran yang sama untuk menikmati membasuh diri dengan air panas alami dengan khasiat belerang. Khasiat alami yang bisa menjadi sarana terapi kesehatan.

Jalur menuju Pemandian Air Panas Ngunut cukup berkelok. Namun mempesona dengan hamparan sawah yang menghijau dan keramahan warga Sambirejo. Mengikuti jalanan yang berkelok dan menanjak menuju Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, sejauh kurang lebih 20 kilometer dari hiruk pikuk pusat Kota Sragen.

Keberadaan air panas Ngunut menjadi oase relaksasi yang dipercaya menyimpan khasiat penyembuhan alami. Tidak hanya itu, Ngunut menyimpan cerita panjang yang terukir dalam bebatuan dan artefak kuno.

Pengelola sumber mata air panas Ngunut, Agus Widoyo menjelaskan, Sendang Panguripan Ngunut dipercaya sudah ada sejak zaman Mataram Kuno sekitar abad ke-8 Masehi.

”Saksi bisu dari masa lalu itu berupa serpihan arca dan ornamen candi yang sesekali masih dapat ditemukan di sekitar area pemandian, mengisyaratkan bahwa tempat ini dulunya merupakan sebuah petirtaan suci,” ujarnya kepada Radarsolo.com, Sabtu (3/5/2025).

Jejak modernisasi sempat menyentuh Ngunut pada era 1970-an. Saat itu, pemandian ini dipugar menjadi kolam renang. Sayangnya, kolam tersebut terbengkalai dan tidak terawat.

Namun sumber air panas alami yang berasal dari perut bumi hasil aktivitas vulkanis yang tersembunyi memancarkan kehangatan yang kaya akan mineral. Konon, kandungan alami inilah yang membuat banyak pengunjung berdatangan.

Mereka mencari kesembuhan dari berbagai keluhan fisik. Mulai dari rematik, pegal linu, hingga masalah kulit dipercaya dapat diredakan oleh sentuhan lembut air panas Ngunut.

Ada fasilitas kamar mandi yang cukup memadai di Pemandian Air Panas Ngunut. Tiket masuknya juga sangat terjangkau, yakni Rp 5.000.

Baca Juga: Panorama Waterpark, Sensasi Kesegaran Wisata Air dari Sumber Alami di Teras Boyolali

Kepala Desa Jetis, Sumiyarno mengungkapkan, potensi di Pemandian Air Panas Ngunut tidak bisa tergarap optimal. Lantaran aset tersebut milik pemerintah daerah. Demikian juga akses jalan juga tanggung jawab pemerintah daerah.

”Kalau pengunjung hanya lokal saja yang banyak. Tapi juga tidak ramai. Kami harapkan tentu ada perhatian lebih untuk bisa menarik warga luar Sragen untuk datang ke Pemandian air panas Ngunut,” ujarnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#mataram kuno #gunung lawu #sragen #pemandian air panas #bayanan #sambirejo #wisata