Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Waduk Galau Klaten, Surga Wisata Pemancingan yang Rekomendasi dan Bikin Lupa Kegalauan

Niko auglandy • Minggu, 4 Mei 2025 | 14:15 WIB
Suasana area pemancingan di Waduk Galau yang ada di Polanharjo, Klaten.
Suasana area pemancingan di Waduk Galau yang ada di Polanharjo, Klaten.

RADARSOLO.COM - Terletak di Dukuh Jeblogan, RT 02/RW 03, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terdapat sebuah destinasi unik yang sedang naik daun di kalangan penghobi mancing, yakni Waduk Galau.

Meski namanya terkesan melankolis, tempat ini justru menyuguhkan pengalaman memancing yang menyenangkan dan menenangkan.

Nama "Waduk Galau" sendiri memiliki cerita unik. Konon, nama itu muncul karena banyak orang yang datang ke tempat ini untuk memancing sambil mengusir kegalauan.

Entah karena ingin menyendiri, menenangkan pikiran, atau sekadar mencari hiburan murah meriah, Waduk Galau jadi tempat pelarian yang pas. Tapi, jangan salah. Bukan hanya suasananya yang jadi daya tarik, potensi ikan di waduk ini juga sangat menjanjikan.

Menurut Hasan Ansory, Ketua Kelompok Kerja Waduk Galau Ponggok, waduk ini kini ramai dikunjungi, bukan hanya dari Klaten dan sekitarnya, tetapi juga dari luar kota.

Ikan-ikan yang tersedia pun beragam, mulai dari ikan nila, tombro, hingga bawal. Para pemancing pun datang dengan perlengkapan beragam, dari joran sederhana hingga peralatan profesional.

“Untuk tingkat kesulitan ya tergantung skill dan nasib. Namanya juga mancing, kadang umpannya bagus malah zonk, kadang pakai umpan biasa justru dapet banyak. Intinya ya lotre,” ujar Farid Agung Nugroho, anggota pengelola Waduk Galau, kepada Jawa Pos Radar Solo.

Para pemancing tengah menikmati suasana di Waduk Galau yang ada di Polanharjo, Klaten.
Para pemancing tengah menikmati suasana di Waduk Galau yang ada di Polanharjo, Klaten.

Dengan tiket masuk mulai dari Rp25.000, pengunjung bisa memancing seharian penuh dari pukul 06.00 hingga 17.00.

Bagi yang masih ingin melanjutkan, tersedia sesi malam mulai pukul 17.00 hingga 00.00 WIB. Harga terjangkau dan waktu fleksibel ini membuat pemancing bisa benar-benar menikmati waktu mereka tanpa batasan.

Suasana di Waduk Galau pun makin hidup saat akhir pekan tiba. Jika pada hari biasa jumlah pengunjung cenderung sepi, maka akhir pekan menjadi surganya para pemancing.

Warung-warung kecil di sekitar waduk juga siap melayani kebutuhan pengunjung dengan aneka makanan dan minuman untuk menghilangkan dahaga dan mengisi energi.

Para pemancing juga bebas memilih teknik yang mereka kuasai, mulai dari teknik dasar dengan cacing atau pelet, hingga teknik pelampungan untuk menjangkau titik-titik ikan besar yang berada di tengah waduk.

Tempat ini juga menyuguhkan potensi wisata yang lebih luas, apalagi di samping Waduk Galau terdapat Umbul Kajen, tempat mandi alami yang bisa menjadi pelengkap pengalaman rekreasi keluarga.

Hasan Ansory berharap semua pengunjung ikut menjaga kebersihan dan kelestarian Waduk Galau. Menurutnya, keberlangsungan ekosistem menjadi kunci agar tempat ini tetap menjadi favorit bagi para pemancing.

Dengan penataan yang lebih baik dan pengelolaan yang konsisten, Waduk Galau berpotensi besar menjadi destinasi wisata berbasis alam dan hobi yang tak hanya memancing ikan, tapi juga ketenangan jiwa. (mg8/nik)
Penulis : Siti Fatimah

Editor : Niko auglandy
#galau #pemancingan #waduk #wisata