Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Segarnya Umbul Brondong di Klaten, Wisata Air dengan View Keindahan Gunung Merapi-Merbabu

Angga Purenda • Minggu, 8 Juni 2025 | 14:31 WIB
Sejumlah pengunjung yang sedang berenang di Umbul Brondong, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Sejumlah pengunjung yang sedang berenang di Umbul Brondong, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Bicara soal potensi umbul di Kabupaten Klaten tidak pernah habisnya.

Apalagi sejumlah desa mengelolanya menjadi wisata air yang menyegarkan. Seperti di Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum yang dikenal dengan Umbul Brondong.

Sesuai dengan namanya, dinamakan Umbul Brondong karena memiliki mata air yang muncul berbentuk buih-buih hingga memberondong ke permukaan.

Wisata air dengan harga tiket masuk Rp 6.000 per orang ini tak jauh dari pusat Kota Klaten.

Sehingga bisa dijangkau dalam waktu 20 menit saja dengan berkendara kendaraan.

Tapi siapa sangka, kawasan Umbul Brondong dulunya merupakan lahan tanah kas desa yang tidak produktif.

Memiliki potensi lahan mencapai 10 hektar tetapi baru dimanfaatkan sekira 50 persen.

Saat ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karunia Sejahtera Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum.

“Untuk pembangunan Umbul Brondong sendiri antara 2017-2018. Tetapi mulai dikomersilkan dengan menerapkan tiket baru pada 2020. Sempat buka beberapa bulan sebelum akhirnya terdampak Covid-19 hingga akhirnya beroperasi sampai saat ini,” ujar Humas dan Marketing BUMDes Karunia Sejahtera Anwar Yusuf saat ditemui Radarsolo.com, Kamis (5/6/2025).

Lebih lanjut, Anwar mengungkapkan, bahwa Umbul Brondong memiliki beberapa kolam buatan dan satu umbul alami yang diperuntukan bagi anak-anak hingga orang dewasa.

Memiliki kedalaman bervariasi dari 40 cm hingga 1,5 meter.

Selain itu, terdapat beberapa gazebo yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk istirahat.

Termasuk musala dan kamar mandi dengan total 28 bilik.

Terdapat juga warung yang menawarkan aneka makanan dan minuman seperti pecel, soto hingga siomay dengan pelaku usahanya merupakan warga lokal setempat.

“Hal yang ditawarkan kepada pengunjung yakni keberadaan Umbul Brondong yang masih di tengah-tengah persawahan. Jadi dari alamnya masih terasa, sehingga tidak ada batasan pandangan. Kalau misalnya beuntung, di sebelah utara bisa melihat pemandangan Merapi-Merbabu. Itu yang menjadi daya tariknya,” ujar Anwar.

Anwar mengungkapkan, untuk tingkat kunjungan di Umbul Brondong pada hari biasa bisa mencapai 200 orang per hari.

Sedangkan pada akhir pekan bisa tembus sampai 1.000 orang.

Pengunjung tidak hanya dari Klaten saja tetapi juga Semarang, Yogyakarta hingga Gunungkidul.

Umbul yang buka mulai Pukul 05.00 itu telah menyerap tenaga kerja hingga 17 orang.

Terlebih lagi saat momen liburan tiba, untuk tenaga harian lepas tambahan bisa mencapai 10 orang.

Begitu juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM asal Desa Ngrundul yang menempati sejumlah warung.

“Dari pengelolaan Umbul Brondong ini bisa menyumbang untuk Pendapatan Asli Desa (PADes) bisa mencapai Rp 1 miliar. Kebetulan selama dua tahun pasca Covid-19 memang begitu maksimal untuk PADesnya (dampak bagi pembangunan di Desa Ngrundul),” ujar Anwar.

Dari perolehan PADes itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai pembangunan di Desa Ngrundul.

Seperti kembali untuk pengembangan dari wisata air alami tersebut.

Termasuk pembangunan sektor dalam pendidikan, sosial dan pembangunan fisik yang di Desa Ngrundul. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#wisata air #umbul #klaten #merbabu #merapi #air