RADARSOLO.COM - Restu Wijaya Waterboom menjadi primadona baru bagi warga lokal maupun wisatawan luar kota yang mencari tempat wisata air yang menyenangkan dan ramah keluarga.
Dengan beragam wahana seru dan harga tiket yang sangat terjangkau, tempat ini cocok untuk mengisi waktu liburan bersama orang-orang tercinta.
Lokasi wisata ini terletak di Jalan Bangak, Simo, Kebayanan 3, Pelem, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Restu Wijaya Waterboom menawarkan pengalaman berenang yang menyenangkan untuk semua kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Tersedia berbagai jenis kolam dengan kedalaman mulai dari 1,2 meter hingga 1,5 meter, serta ban pelampung khusus anak-anak yang belum bisa berenang, sehingga orang tua tidak perlu khawatir.
Salah satu daya tarik utama dari Waterboom ini adalah ember tumpah raksasa, yang selalu ditunggu-tunggu oleh pengunjung, terutama anak-anak.
Selain itu, tersedia juga berbagai wahana seluncuran air dengan beragam bentuk dan tingkat kemiringan—dari yang landai hingga yang cukup menantang, semua bisa dicoba di sini.
Ada pula area bermain air dengan pancuran berbentuk tanaman, yang menambah keseruan dan kesegaran selama berada di kolam.
Untuk menunjang kenyamanan, fasilitas di Restu Wijaya Waterboom terbilang lengkap, antara lain, area parkir luas, loker penyimpanan, toilet dan ruang ganti, musala, hingga area santai dan tempat makan.
Bagi pengunjung yang ingin bersantai usai berenang, tersedia area berteduh untuk menikmati makanan hangat atau sekadar beristirahat bersama keluarga.
Dengan harga tiket masuk mulai dari hanya Rp 10.000, pengunjung sudah bisa menikmati seluruh wahana yang tersedia.
Ini menjadikan Restu Wijaya Waterboom sebagai pilihan wisata hemat dan berkualitas, terutama bagi keluarga yang ingin liburan seru tanpa perlu keluar biaya mahal.
Lokasinya juga strategis, hanya berjarak sekitar 19 kilometer atau sekitar 30–35 menit dari pusat Kota Boyolali.
Waktu terbaik berkunjung adalah di pagi atau sore hari untuk menghindari terik matahari dan menikmati suasana yang lebih sejuk. (mg8/nik)
Penulis : Siti Fatimah