RADARSOLO.COM - Klaten dikenal dengan sebutan kabupaten 1.001 umbul.
Dengan melimpahnya sumber mata air alami, banyak yang memanfaatkan untuk sektor pariwisata.
Tak hanya wisata umbul, tapi juga river tubing. Salah satunya river tubing di Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo ini.
Polanharjo memang dikenal sebagai salah satu kecamatan yang memiliki banyak umbul.
Di antaranya yang paling terkenal adalah Umbul Ponggok dan Umbul Besuki.
Di kecamatan tersebut juga terdapat wisata river tubing yang menyusuri sungai berbatu layaknya Sungai Elo di Magelang.
River tubing tersebut yakni Rivermoon. Lokasinya bisa ditempuh perjalanan selama 30 menit dari pusat kota Klaten.
Selain dapat merasakan kesejukan dari aliran Sungai Pusur, river tubing ini juga memacu adrenalin.
Karena pengujung dapat merasakan mengapung dengan ban di atas aliran sungai yang deras.
Di Rivermoon, pengunjung diberi dua pilihan panjang tubing yang akan dilewati. Ada yang hanya sepanjang 500 meter, ada pula jarak jauh 2 kilometer (km).
”Kalau river tubing di sini kan ada dua rute. Awal dibuka jarak dekat yang 500 meter, kemudian dikembangkan lagi jadi lebih panjang jadi 2 km. Jadi ada dua pilihan itu,” ujar Triyani Diyah Pratiwi, salah satu admin Rivermoon, Rabu (20/8/2025).
Destinasi wisata air ini dibuka setiap hari. Untuk masuk ke kawasannya dibuka dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Sementara untuk tubingnya dibuka pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.
”Buka setiap hari. Kalau untuk tempatnya jam 8 sampe jam 5. Tapi kalau untuk tubingnya itu sampe jam 4 sore,” ucap Tiwi, sapaan akrabnya.
Saat masuk ke dalam kawasan, pengunjung hanya dikenai biaya parkir sebesar Rp 3 ribu.
Bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi river tubing, ada beberapa paket harga. Terdapat dua paket tubing.
Pertama fun tubing yang menawarkan kegiatan tubing dengan rute 500 m dan 2 kali.
Kemudian, ada paket river tubing dengan rute tubing yang lebih panjang yakni 2 km.
Tiwi menyebut, wisata ini masih akan dikembangkan. Rencananya perluasan tempat parkir dan pembangunan homestay karena banyaknya pengunjung yang datang dari berbagai kota.
”Kami juga mengajak masyarakat sekitar ikut menjaga sungainya agar selalu bersih dan nyaman untuk pengunjung. Karena selain membawa dampak ekonomi, juga menjaga kelestarian alam,” tandas Tiwi. (mg8/adi)
Editor : Adi Pras