Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Healing Seru ala Ubud Bali Ada di Bulu Sukoharjo: Sawah Terasering Hijau yang Menyejukkan Mata dengan Mata Air Pegunungan

Iwan Kawul • Sabtu, 13 September 2025 | 17:23 WIB
Panorama alam sawah terasering di Dusun Tawing, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Sukoharjo yang disebut mirip dengan Ubud, Bali. (Iwan Kawul/Radar Solo)
Panorama alam sawah terasering di Dusun Tawing, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Sukoharjo yang disebut mirip dengan Ubud, Bali. (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Siapa sangka, panorama persawahan ala Ubud, Bali bisa ditemukan di Sukoharjo, tepatnya di Dukuh Tawing, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu.

Hamparan sawah hijau dengan pola terasering membentang indah, berpadu dengan aliran air alami dari mata air pegunungan.

Suasana asri, udara sejuk, dan bentangan lanskap yang memanjakan mata menjadikan kawasan ini bak permata tersembunyi di kaki Pegunungan Seribu.

Untuk sampai ke lokasi, hanya bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi. Dari jalan utama Sanggang, Bulu-Manyaran, Wonogiri masuk ke perkampungan sekitar 1 kilometer.

Memasuki wilayah Tawing, pengunjung langsung disambut pemandangan sawah berundak yang bertingkat-tingkat.

Petak-petak sawah yang tertata rapi mengikuti kontur tanah menghadirkan gradasi hijau yang memesona, terutama di musim tanam padi.

Dari kejauhan, garis horizon sawah tampak seperti lukisan alam yang hidup.

”Air di sini berasal dari beberapa mata air alami di sekitar perbukitan. Irigasi mengalir sepanjang tahun, sehingga sawah tidak pernah kekurangan air,” tutur Dwi Nugroho, salah seorang warga setempat.

Dia lantas menunjukkan aliran bening yang merembes di pematang sawah. Suara gemericik air berpadu dengan desis angin membuat suasana semakin syahdu.

Tak hanya menyajikan pemandangan, kawasan Tawing juga menghadirkan suasana pedesaan yang tenang.

Aktivitas petani mencangkul sawah, menanam padi serta menghalau burung menjadi tontonan yang menambah daya tarik.

Di pagi hari, kabut tipis menyelimuti lembah, menjadikan lanskap terasa magis.
Dari sisi potensi wisata, Dukuh Tawing sebenarnya punya daya jual yang besar.

Lanskap sawah terasering dengan latar pegunungan sangat instagramable, cocok untuk spot foto maupun wisata santai keluarga.

Apalagi, lokasi ini tidak terlalu jauh dari jalur wisata kawasan Bulu dan Batu Seribu.

Jika dikelola lebih serius, Tawing bisa menjadi destinasi wisata baru yang menyaingi ketenaran Ubud versi lokal.

Bayangkan, kafe-kafe sederhana atau gazebo bambu di tepi sawah yang menyuguhkan kopi hangat, kuliner khas desa, hingga paket wisata edukasi pertanian.

Pengunjung bisa belajar menanam padi, memetik hasil panen, atau sekadar menikmati suasana desa yang damai.

Potensi itu pula yang kini mulai disadari oleh masyarakat setempat.

”Beberapa kelompok pemuda desa telah merintis ide untuk mengembangkan wisata berbasis alam dan budaya,” imbuhnya.

Keaslian itulah yang menjadi nilai tawar utama Tawing. Sawah yang masih produktif, sistem irigasi tradisional dari mata air, serta keterikatan masyarakat dengan tanah leluhur menjadikan kawasan ini lebih dari sekadar tempat wisata, tetapi juga ruang hidup yang penuh makna.

Bagi pencinta fotografi, Tawing adalah surga tersendiri. Saat matahari terbit, cahaya keemasan menimpa punggung terasering, menghasilkan siluet yang dramatis.

Di sore hari, langit kemerahan berpadu dengan hijaunya sawah, menghadirkan panorama yang tak kalah indah dari spot-spot wisata terkenal lainnya.

Dengan segala potensinya, Dukuh Tawing bisa menjadi ikon baru wisata alam Sukoharjo.

Sebuah “Ubud kecil” yang lahir dari kearifan lokal, menyuguhkan pesona sederhana tapi tulus, mengundang siapa saja untuk singgah, menikmati, dan jatuh cinta. (kwl/adi)

Editor : Adi Pras
#bulu #bali #sawah terasering #ubud #sukoharjo #wisata