RADARSOLO.COM - Mojokerto, Jawa Timur, tak hanya terkenal sebagai salah satu pusat peradaban Majapahit, tetapi juga menyimpan deretan candi bersejarah yang memesona.
Banyak peninggalan berusia ratusan tahun yang masih berdiri tegak, menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Majapahit.
Selain nilai sejarahnya, lokasi candi-candi ini juga menawarkan suasana estetik yang cocok untuk wisata edukasi sekaligus spot foto Instagramable.
Berikut daftar 10 rekomendasi candi di Mojokerto yang bisa jadi destinasi liburanmu lengkap dengan informasi lokasi, sejarah, fasilitas, tiket, dan jam buka.
1. Candi Tikus
- Lokasi: Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto
- Sejarah: Dibangun abad ke-13–14 sebagai tempat penampungan air pada masa Majapahit.
- Bentuk: Kolam persegi dengan tangga turun dan miniatur candi di tengahnya.
- Fasilitas: Area parkir, taman, pusat informasi.
- Tiket: Rp 5.000
- Jam buka: 07.00–17.00 WIB
2. Candi Bajang Ratu
- Lokasi: Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto
- Sejarah: Gerbang megah peninggalan abad ke-14, diduga dibangun untuk Raja Jayanegara.
- Bentuk: Gapura paduraksa setinggi 16,5 meter dengan ornamen relief.
- Fasilitas: Area hijau, tempat duduk, parkir.
- Tiket: Rp 5.000
- Jam buka: 07.00–17.00 WIB
3. Candi Brahu
- Lokasi: Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto
- Sejarah: Diperkirakan sebagai tempat kremasi raja-raja Majapahit.
- Bentuk: Candi bata merah dengan tinggi sekitar 25 meter.
- Fasilitas: Area parkir, taman wisata, pemandu lokal.
- Tiket: Rp 5.000
- Jam buka: 07.00–17.00 WIB
4. Candi Wringin Lawang
- Lokasi: Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Mojokerto
- Sejarah: Gapura besar setinggi 15 meter, dipercaya sebagai pintu masuk kompleks istana Majapahit.
- Bentuk: Gapura model bentar dari bata merah.
- Fasilitas: Area parkir, taman hijau.
- Tiket: Rp 5.000
- Jam buka: 07.00–17.00 WIB
5. Candi Menak Jinggo
- Lokasi: Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto
- Sejarah: Diperkirakan dibangun abad ke-14, penuh relief kala makara.
- Bentuk: Candi berukuran kecil dengan ukiran unik.
- Fasilitas: Area parkir, taman.
- Tiket: Rp 5.000
- Jam buka: 07.00–17.00 WIB
6. Candi Jedong
- Lokasi: Desa Wotanmasjedong, Kecamatan Ngoro, Mojokerto
- Sejarah: Salah satu gapura tertua peninggalan Majapahit abad ke-14.
- Bentuk: Gapura paduraksa dari batu andesit.
- Fasilitas: Area parkir, spot foto, pedagang lokal.
- Tiket: Rp 5.000
- Jam buka: 07.00–17.00 WIB
7. Candi Gentong
- Lokasi: Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto
- Sejarah: Diduga sebagai tempat pemujaan Buddha.
- Bentuk: Tiga bangunan candi bata merah yang kini tinggal reruntuhan.
- Fasilitas: Area parkir, ruang terbuka.
- Tiket: Rp 5.000
- Jam buka: 07.00–17.00 WIB
8. Candi Sumur Upas
- Lokasi: Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto
- Sejarah: Situs kecil yang dipercaya sebagai tempat meditasi pada masa Majapahit.
- Bentuk: Lubang sumur dan reruntuhan bata merah.
- Fasilitas: Area sederhana, parkir terbatas.
- Tiket: Rp 3.000
- Jam buka: 07.00–17.00 WIB
9. Candi Kedaton
- Lokasi: Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Mojokerto
- Sejarah: Diperkirakan sebagai kompleks kediaman bangsawan Majapahit.
- Bentuk: Fondasi bata merah, dengan kolam dan sumur kuno.
- Fasilitas: Area parkir, museum kecil di dekatnya.
- Tiket: Rp 5.000
- Jam buka: 07.00–17.00 WIB
Mojokerto memang pantas disebut sebagai jantung peradaban Majapahit. Berbagai situs candi di wilayah ini bukan hanya menawarkan panorama sejarah, tapi juga pengalaman wisata edukatif yang kaya makna.
Dengan tiket masuk yang terjangkau dan akses yang mudah, candi-candi di Mojokerto cocok jadi tujuan liburan keluarga, pelajar, hingga pecinta sejarah. (nik)
Editor : Niko auglandy