RADARSOLO.COM- Wonogiri memiliki sebuah area publik yang tak hanya menarik untuk bersantai, tetapi juga sarat akan nilai sejarah.
Adalah Plasa Monumen Patung Bedol Desa di Dusun Karangtalun, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri Kota.
Lokasi ini menjadi destinasi favorit warga lokal dan memiliki kisah yang terhubung erat dengan proyek pembangunan Waduk Gajah Mungkur (WGM).
Akses menuju monumen ini sangat mudah; hanya berjarak sekitar 2,5 kilometer atau sekitar 10 menit dari Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri.
Patung Simbol Perjuangan dan Transmigrasi
Saat tiba di lokasi, pengunjung akan disambut dengan halaman luas dan monumen patung keluarga yang ikonik.
Patung tersebut menggambarkan satu keluarga yang sedang bersiap menempuh perjalanan.
Seorang ibu menggendong anak kecil, seorang gadis membawa tas dan buku, dan seorang ayah membawa cangkul serta caping.
Menariknya, sosok ayah di patung itu tampak melambaikan tangan ke arah WGM.
Ya, patung ini adalah monumen transmigrasi, saksi bisu perpindahan puluhan ribu warga Wonogiri yang direlokasi saat proyek pembangunan WGM di era Presiden Soeharto.
Ini adalah representasi perjuangan, pengorbanan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Destinasi Santai Tanpa Tiket Masuk
Monumen Patung Bedol Desa menjadi tempat yang ideal untuk bersantai karena tidak memungut biaya masuk.
Pengunjung bisa leluasa menikmati pemandangan alam, termasuk panorama indah Waduk Gajah Mungkur dari kejauhan.
Area plasa ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas.
Di pagi dan sore hari, banyak warga yang berolahraga di halaman hingga di jalanan sekitarnya.
Saat sore tiba, suasana semakin hidup dengan menjamurnya pedagang kaki lima yang menjajakan kuliner lokal hingga camilan modern. Jadi, pengunjung tidak perlu khawatir kelaparan.
"Di sini dekat rumah. Kalau mau jajan juga banyak pilihannya. Sering beli cireng kalau di sini," kata Angga, 28, pengunjung Patung Bedol Desa.
Monumen bersejarah ini juga menjadi lokasi penting bagi atlet bulu tangkis nasional asal Wonogiri, Gregoria Mariska Tunjung, yang menggelar syukuran pernikahannya dengan Mikha Angelo Brahmantyo pada Juni 2025 lalu.
Hal ini menambah daya tarik Monumen Bedol Desa sebagai area publik yang dicintai masyarakat. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono