RADARSOLO.COM- Sudah jamak bahwa yang namanya piramida pasti langsung ingat dengan Mesir.
Tapi, jangan salah. Bangunan menyerupai bentuk limas tersebut juga berada di Kabupaten Karanganyar.
Adalah Candi Sukuh, situs bersejarah kuno yang memiliki keunikan tersendiri dengan bangunannya yang terlihat seperti piramida terpotong dan sangat mirip dengan bangunan suku Maya di Amerika Tengah.
Situs bersejarah ini berada di sebelah barat lereng Gunung Lawu, tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.
Akses untuk menuju ke Candi Sukuh terbilang mudah dan dapat dilalui oleh kendaraan baik roda dua maupun lebih.
Selain bentuknya yang menyerupai piramida, keunikan lain yang di miliki oleh Candi Sukuh ialah gaya arsitektur dan juga relief sederhana namun penuh dengan simbolisme.
Monumen berserjarah ini diperkirakan dibangun pada abad ke-15 Masehi.
Dimana tahun itu merupakan masa akhir dari kejayaan Kerajaan Majapahit.
Pembangunan Candi Sukuh terjadi pada saat ajaran Islam mulai menyebar di pulau Jawa dan pengaruh Hindu-Buddha mulai meredup.
Oleh karena itu, Candi Sukuh dianggap sebagai warisan terakhir dari kebudayaan Hindu.
Candi Sukuh ditemukan pada masa pemerintahan Jenderal Raffles dalam keadaan bangunnya yang runtuh pada tahun 1815.
Baca Juga: 10 Hidden Gem dan Wisata Instagramable di Magelang
Penemuan ini kemudian diteliti kembali oleh Van der Vlis dan juga W.F Stutterheim yang merupakan seorang peniliti dari Belanda.
Candi Sukuh merupakan kompleks candi yang memiliki tiga tingkatan.
Hal ini dipercaya merupakan simbol atau lambang dari perjalanan spiritual manusia dalam ajaran Hindu saat itu.
Terdapat reief lingga dan Yoni yang menunjukan pada kesuburan, siklus hidup, dan juga penyucian diri.
Relief Lingga-Yoni dapat dilihat pada gapura di pintu masuk Candi Sukuh yang dipercaya sebagai sarana penyucian diri bagi wisatawan yang datang berkunjung ke Candi Sukuh.
Terdapat juga relief yang menceritakan tentang Sudamala dan juga Garudheya yang berkaitan dengan upacara penyucian dan pembebasan dari malapetaka.
Adapun sebuah arca berbentuk kura-kura raksasa yang dipercaya merupakan sebuah tempat untuk menaruh sesajen.
Saat ini Candi Sukuh telah memiliki beberapa fungsi utama yang meliputi :
• Destinasi Wisata Sejarah
Lokasinya di lereng Gunung Lawu membuat suasana sejuk sangat terasa ketika berkunjung.
Situs ini juga menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang banyak dikunjungi oleh para turis mancanegara dengan keunikan yang dimiliki mulai dari bentuk bangunannya, relief-reliefnya, dan juga gaya arsitekturnya.
Banyak para wisatawan dari berbagai daerah yang datang langsung ke Candi Sukuh untuk mengabadikan momen dengan latar belakang foto yang unik dan tampak memukau.
• Situs Cagar Budaya dan Sarana Edukasi :
Saat ini, Candi Sukuh telah resmi ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya yang dilindungi dan dilestarikan.
Candi Sukuh juga menjadi bukti nyata warisan yang ditinggalkan pada masa Kerajaan Majapahit.
Selain itu, Candi Sukuh juga sering kali dijadikan sebagai tempat penelitian dan juga media edukasi bagi masyarakat.
• Tempat Ziarah
Bukan hanya sebagai destinasi wisata, Candi Sukuh juga masih digunakan oleh para penganut ajaran Hindu untuk meditasi, sembahyang, ataupun melakukan ritual penucian diri. (mg1)
Editor : Tri wahyu Cahyono