RADARSOLO.COM - Umbul Susuhan yang ada di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten bisa jadi pilihan destinasi wisata air untuk dikunjungi.
Terlebih lagi tak jauh dari pusat Kota Klaten, objek wisata ini menawarkan kejernihan air yang berasal langsung sumber mata air alami. Menjadikan pilihan tepat untuk melepaskan penat.
Daya tarik utama Umbul Susuhan memang airnya yang jernih dan segar. Terlebih lagi mengalir sepanjang tahun tanpa henti. Dilengkapi sejumlah fasilitas yang beragam sesuai kebutuhan pengunjung.
Seperti kolam dewasa, kolam anak yang dilengkapi berbagai wahan permainan dan kolam khusus perempuan.
Bahkan pengunjung dapat merasakan kesegaran langsung dari sumber mata air pada kolam yang masih berlantai alami.
Selain fasilitas kolam, juga dilengkapi gazebo untuk bersantai, kamar ganti dan toilet yang bersih. Termasuk area penjual makanan dan minuman yang menyajikan aneka hidangan.
Umbul Susuhan sendiri buka setiap hari mulai Pukul 05.00-17.00 dengan harga tiket masuk yang terjangkau yakni Rp 10.000 per orang.
”Untuk rata-rata pengunjung di Umbul Susuhan sendiri di hari biasa 50-80 orang per hari. Sedangkan pada akhir pekan bisa 100-400 orang per hari. Tapi jika momen Lebaran bisa mencapai 1.000 orang,” ujar Direktur BUMDes Mahanani Desa Manjungan Affan Fauzan Pahlawi kepada Radarsolo.com saat ditemui beberapa waktu lalu.
Setelah puas berenang tak salahnya mencoba paket wisata lainnya yang tersedia di Desa Manjungan. Mengingat banyak pilihan paket wisata yang dikelola oleh BUMDes Mahanani dan berkolaborasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
Ia menjelaskan bahwa di Desa Manjungan juga terdapat paket wisata edukasi. Seperti belajar mengolah makanan, membuat kerajinan, mengolah sawah hingga memberikan makan ternak. Begitu juga bisa belajar tari dan karawitan.
”Kami juga ada paket wisata petualangan seperti outbond, olahraga tenis hingga penggunaan ATV, trail dan sepeda. Ditambah wisata budaya sejarah yakni pentas Sanggar Magada hingga topeng dalang yang saat ini terus kami kembangkan,” ujar Affan.
Baca Juga: Gudeg Ceker Bu Witri, Kuliner Legendaris Solo yang Buka 24 Jam Nonstop
Menariknya, untuk topeng dalang yang menjadi ikon dari Desa Manjungan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia pada 2024 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Topeng Dalang adalah kesenian tradisional satu-satunya di Klaten yang memadukan tiga unsur seni utama. Yakni seni tari (gerak), seni pedalangan (cerita dan vokal) dan seni kriya (pembuatan topeng). Wisatawan pun bisa melihat secara langsung pertunjukan kesenian tersebut di Desa Manjungan.
”Awal-awal memang pelakunya Cuma seniman tran pedalangan, kalau saat ini menyeluruh umum dari berbagai latar belakang. Untuk durasi tampil paling cepat sekira 5 menit, tapi tergantung permintaan cerita yang hendak diangkat. Tapi biasanya ya mengangkat kehidupan seorang pemuda yang mengembara mencari jati diri,” ujar Affan.
Paket wisata pertunjukan topeng dalang itu akan dijadikan satu dengan kegiatan wisata lainnya. Termasuk pembuatan topeng dalang yang terus dirintis dengan salah satu bahan utamanya dari kayu jati. (ren/adi)
Editor : Adi Pras