Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gratis Tanpa Tiket, Umbul Leses Jadi Surga Tersembunyi di Pengging Boyolali: Pohon Raksasa Jadi Spot Foto Instagramable

Niko auglandy • Senin, 22 Desember 2025 | 21:15 WIB
Umbul Leses, mata air gratis di Pengging yang masih alami
Umbul Leses, mata air gratis di Pengging yang masih alami

RADARSOLO.COM – Di antara deretan umbul yang tersebar di kawasan Pengging, Boyolali, nama Umbul Leses masih bertahan sebagai destinasi wisata air yang sederhana, alami, sekaligus menyimpan nuansa mistis yang kuat.

Terletak di Dusun 2, Jenengan, Kecamatan Sawit, Umbul Leses menawarkan kesegaran mata air alami yang hingga kini tetap dimanfaatkan warga sekitar.

Umbul ini berada di bawah naungan pohon leses raksasa yang menjulang tinggi. Pohon tersebut diyakini menjadi “penjaga” mata air, sehingga alirannya tetap jernih dan tidak pernah kering.

Suasana di sekitar umbul terasa teduh, tenang, dan jauh dari hiruk pikuk kota, membuatnya cocok sebagai tempat singgah usai jogging, bersepeda, atau sekadar melepas penat.

Secara ukuran, Umbul Leses tidak terlalu luas. Namun kejernihan airnya menjadi daya tarik utama. Air terasa dingin, segar, dan mengalir deras.

Hingga kini, umbul ini masih dimanfaatkan warga sekitar untuk mandi dan mencuci pakaian, menandakan fungsinya yang belum sepenuhnya beralih menjadi kawasan wisata komersial.

Menariknya, Umbul Leses bisa dinikmati secara gratis. Tidak ada tiket masuk maupun biaya parkir.

Pengunjung cukup memarkir kendaraan di pinggir jalan, lalu menuruni tangga atau melewati jalan setapak yang melintasi permukiman warga.

Akses menuju lokasi hanya memungkinkan untuk sepeda dan sepeda motor, sementara mobil belum bisa masuk hingga dekat kolam.

Meski demikian, minimnya pengelolaan membuat kondisi Umbul Leses terkesan kurang terawat. Dua toilet yang tersedia rusak cukup parah dengan pintu jebol, meski pasokan air masih mengalir.

Sampah daun kering juga kerap menumpuk, meski hal itu masih dianggap wajar karena lingkungan yang alami. Keberadaan nyamuk juga menjadi catatan bagi pengunjung.

Di balik kesederhanaannya, Umbul Leses justru menarik minat para pecinta fotografi dan pesepeda.

Nuansa alami dengan pohon besar, air jernih, serta pencahayaan alami menjadikannya spot foto yang Instagramable, terutama saat hari biasa ketika pengunjung relatif sepi.

Umbul Leses juga lekat dengan cerita urban legend. Menurut kisah warga setempat, pohon leses dipercaya sebagai jelmaan sepasang suami istri.

Cerita inilah yang membuat suasana di sekitar umbul terasa “kuat” dan sedikit mistis. Bagi sebagian orang, tempat ini bahkan dimanfaatkan untuk kegiatan spiritual, menyepi, atau sekadar menenangkan diri.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Umbul Leses menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang mencari ketenangan, suasana desa, serta pengalaman wisata air gratis yang masih alami.

Harapannya, ke depan Umbul Leses dapat dikelola lebih baik tanpa menghilangkan karakter alaminya. (nik) 

 



Editor : Niko auglandy
#Boyolali #umbul