Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Lagi Liburan? Coba Kunjungi Watu Cenik Wonogiri: Menikmati "Negeri di Atas Air" dengan Panorama Eksotis Waduk Gajah Mungkur

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 24 Desember 2025 | 21:02 WIB
Wisatawan mengambil foto Waduk Gajah Mungkur Wonogiri dari Watu Cenik. (Iwan Adi Luhung/Radar Solo)
Wisatawan mengambil foto Waduk Gajah Mungkur Wonogiri dari Watu Cenik. (Iwan Adi Luhung/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-Ingin merasakan sensasi berdiri di puncak ketinggian dengan pemandangan bagaikan negeri di atas air?

Watu Cenik di Kabupaten Wonogiri adalah jawaban sempurnanya.

Destinasi yang terletak di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri ini menjelma menjadi salah satu titik pandang terpopuler untuk menikmati kemegahan Waduk Gajah Mungkur dari sudut pandang mata burung.

Berada di ketinggian sekitar 320 mdpl, para wisatawan akan dimanjakan dengan hamparan air waduk yang luas, perbukitan hijau yang bergelombang, serta langit biru yang jernih.

Lokasi ini menjadi pelarian favorit bagi mereka yang ingin sejenak menepi dari kebisingan kota.

Etimologi dan Legenda Mbah Gede

Nama "Watu Cenik" memiliki akar bahasa Jawa yang unik. Watu berarti batu, sementara Cenik menggambarkan sesuatu yang tampak kecil dan tersusun berdekatan.

Secara harfiah, Watu Cenik merujuk pada formasi batu-batu kecil yang tersusun secara alami di atas bongkahan batu yang lebih besar di puncak bukit.

Selain keindahan fisiknya, tempat ini juga kental dengan legenda lokal.

Konon, nama tersebut berkaitan dengan kisah Mbah Gede, seorang tokoh desa yang sering melakukan meditasi atau bertapa dalam posisi nyenik (duduk diam dengan tenang) di atas bebatuan puncak bukit tersebut.

Jejak spiritual ini masih terasa dengan adanya makam kuno yang terawat di kawasan ini, menjadikannya destinasi yang juga kerap dikunjungi oleh para peziarah.

Momen Terbaik: Dari Golden Hour hingga City Light

Baca Juga: Destinasi Pilihan Libur Nataru: Pesona Waduk Gebyar Sragen, Hidden Gem Berlatar Gunung Lawu, Cocok untuk Self-Healing dan Camping

Watu Cenik menawarkan daya tarik yang berbeda di setiap waktunya:

Pagi dan Sore Hari: Merupakan waktu terbaik untuk berburu sunrise atau sunset. Pantulan cahaya matahari di permukaan waduk yang dihiasi perahu nelayan menciptakan siluet yang sangat estetik.

Malam Hari: Bagi Anda yang berkunjung saat hari mulai gelap, pemandangan berganti menjadi kerlap-kerlip city light Kota Wonogiri yang tampak seperti hamparan bintang di bawah kaki bukit.

Fasilitas dan Aksesibilitas

Bagi pencinta petualangan, Watu Cenik menyediakan area berkemah (camping ground) yang luas.

Berikut adalah rincian biaya dan jam operasionalnya:

Jam Operasional: 07.00 – 18.00.

Tiket Masuk (HTM): Rp 5.000 per orang.

Parkir: Rp 2.000 (Motor).

Camping: Tambahan biaya Rp 20.000 per orang.

Pengunjung diharapkan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima karena jalur menuju lokasi cukup curam dan menanjak.

Selain itu, terdapat jalur setapak berupa ribuan anak tangga yang menantang fisik bagi Anda yang ingin mengeksplorasi lebih jauh. (wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#watu cenik #liburan #negeri di atas air #libur nataru #wonogiri #destinasi #waduk gajah mungkur