RADARSOLO.COM-Kabupaten Boyolali tak hanya tersohor sebagai Kota Susu.
Tetapi juga menyimpan deretan surga tersembunyi di lereng gunung.
Salah satu yang kini tengah naik daun di kalangan pecinta alam dan Gen Z adalah Camping Ground Sowo Permai (Sowo Dampit).
Sebuah titik pelarian sempurna untuk menikmati keheningan alam.
Terletak di Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, area perkemahan ini berada di ketinggian sekitar 1.620 mdpl.
Jaraknya cukup dekat, hanya sekitar 15 kilometer atau 30 menit perjalanan dari pusat Kota Boyolali (Simpang Lima/Simpang Siaga).
Akses Menuju Puncak Lereng
Untuk mencapai lokasi ini, wisatawan dapat mengambil rute menuju Jalan Merapi, berlanjut ke Jalan Boyolali-Musuk ke arah Tamansari.
Mengingat lokasinya yang berada jauh di atas permukiman warga dengan jalur pedesaan yang menanjak dan cukup sempit, pengunjung sangat diimbau untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima.
Meskipun jalurnya menantang, kelelahan akan terbayar lunas dengan pemandangan terasering yang indah serta rimbunnya hutan pinus yang menyegarkan mata di sepanjang jalur trekking menuju area utama.
Pesona Golden Sunrise dan Sea of Clouds
Dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat, Sowo Permai menawarkan pengalaman berkemah yang sulit dilupakan.
Ada dua fenomena alam utama yang menjadi magnet bagi para pengunjung:
- Golden Sunrise: Pemandangan matahari terbit dengan warna kuning keemasan yang muncul dari ufuk timur menjadi momen yang paling diburu untuk diabadikan di media sosial.
- Sea of Clouds: Pada momen tertentu, kabut tebal akan menyelimuti perbukitan di bawah area camping, menciptakan sensasi seolah-olah sedang berdiri di negeri di atas awan.
- Tak hanya itu, saat malam hari, pengunjung dapat menikmati kerlap-kerlip lampu kota (citylight) Boyolali yang terlihat sangat eksotis dari ketinggian.
Fasilitas
Meski berstatus hidden gem, fasilitas yang tersedia di Sowo Permai sudah cukup memadai untuk mendukung aktivitas luar ruangan:
Area Perkemahan: Lahan yang cukup luas dan datar.
Fasilitas Umum: Kamar mandi/toilet bersih dan musala.
Kuliner Lokal: Warung kecil milik warga yang menyediakan logistik sederhana.
Spot Foto: Beberapa gardu pandang dengan latar belakang pemandangan spektakuler. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono