RADARSOLO.COM- Menikmati matahari terbit maupun terbenam di balik tebing sambil mendengarkan kicau burung liar, kini bisa didapatkan di Bukit Jatayu, Desa Tawangrejo, Bayat, Klaten.
Wisata alam itu resmi dibuka pada akhir 2025. Mengusung konsep wisata edukasi dan pelestarian alam.
Awalnya, destinasi seluas 2,5 hektare tersebut merupakan bekas tambang batu putih secara tradisional.
Kini objek setempat dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tawangrejo.
Menawarkan pesona tebing batu kapur dengan kesejukan hutan yang bisa dinikmati dengan menaiki mobil jeep.
Meski baru tahap pembangunan sekira 30-35 persen, tapi animo pengunjung luar biasa.
Dalam sehari pernah tembus 5.000 wisatawan dari berbagai daerah. Seperti Semarang, Sragen, Yogyakarta hingga Tegal.
Penggunaan nama Jatayu merupakan akronim sarat makna.
"Jatayu itu akronim, jadi Jeto, Tawangrejo, Rahayu. Jeto itu berasal dari bukitnya yang namanya Gunung Jeto. Tawangrejo itu desanya, kemudian Rahayu itu doa kita semoga semua selamat, lancar dan tidak ada apa-apa," ungkap Abadi selaku Penasehat dan Pembina Pokdarwis Desa Tawangrejo.
Konsep Bukit Jatayu lahir dari hasil studi banding panjang untuk memetakan minat wisatawan.
Jika Klaten bagian Utara identik dengan wisata air (umbul), maka wilayah Selatan seperti Bayat menonjolkan kekuatan tebing dan bentang alamnya.
Abadi bercerita bahwa kawasan tersebut merupakan lokasi penambangan batu putih tradisional yang digunakan warga untuk membuat kijing, lesung, hingga lumpang.
Baca Juga: Menjelajahi Waduk Blumbang Karangtengah Wonogiri: Permata Perawan di Ketinggian 900 MDPL
Tetapi sejak tahun 2017, aktivitas tambang dihentikan total untuk dialihkan menjadi kawasan wisata.
"Yang kita tawarkan di sini dari ketiga unsur. Satu air, nanti kita buat kolam renang dan kolam ikan (perencanaan). Kemudian tebing sudah kelihatan. Terakhir cakrawala, pemandangan alam. Sehingga tiga-tiganya Insya Allah kita padukan di sini," jelas Abadi.
Dari puncak bukit, pengunjung bisa memandang jauh berbagai daerah di Klaten yang didominasi lahan persawahan hijau.
Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi spot terbaik bagi pemburu sunrise dan sunset.
Untuk sampai ke puncak bukit harus menaiki puluhan anak tangga terlebih dahulu.
Selain itu, bagi penyuka tantangan, tersedia paket jeep wisata dengan harga promo yang sangat terjangkau, yakni Rp100.000 untuk 4-5 orang.
Rutenya pun unik karena menembus area hutan desa yang masih asri.
"Karena nuansa kita hutan. Kita kan ada Perdes tentang pelestarian alam sehingga kita menampilkan hutan di sini, burung di sini. Kalau pagi hari itu luar biasa nyamannya, bisa melihat matahari terbit sambil mendengar kicau burung," tambah Abadi.
Ke depan, Bukit Jatayu tidak hanya menjadi tempat swafoto, tapi juga wisata edukasi terpadu.
Pengelola tengah menyiapkan masterplan untuk area pertanian modern, perikanan, peternakan domba, hingga kerajinan UMKM.
Selama masa promo, harga tiket masuk dipatok sangat murah. Pengunjung dewasa Rp 2.000 per orang dan anak-anak Rp 1.000.
Sementara itu, untuk tarif parkir sepeda motor sebesar Rp 2.000, mobil Rp 3.000 dan bus serta kereta mini Rp 5.000
Objek wisata Bukit Jatayu buka setiap hari mulai pukul 06.30-17.45.
Untuk fasilitas, sudah tersedia pendapa limasan untuk rapat, area parkir yang luas hingga mushola dan toilet, serta sekitar 15 tenant UMKM lokal. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono