RADARSOLO.COM - Pilihan destinasi wisata air di Kabupaten Boyolali tidak hanya terbatas pada lokasi populer yang dikelola secara komersial.
Seperti Umbul Sungsang atau Umbul Tlatar.
Di kawasan Kecamatan Banyudono, terdapat objek mata air alami bernama Umbul Gemuling yang menjadi alternatif tempat berenang tanpa dikenai biaya masuk.
Mata air ini terletak di wilayah Dukuh Tegalsari, Desa Ngaru-Aru, Kecamatan Banyudono.
Baca Juga: Umbul Bethek Klaten: Wisata Air Ramah Anak dan Lokasi Terapi Lansia dengan Tiket Cuma Rp 3.000
Kompleks mata air ini dapat diakses secara bebas oleh masyarakat umum kapan saja.
Pada beberapa tahun lalu, Umbul Gemuling berfungsi sebagai pusat pemenuhan kebutuhan air harian warga sekitar.
Mulai dari aktivitas mandi, berenang, hingga mencuci pakaian.
Namun, kondisi infrastruktur fisik di sekitar umbul saat ini terlihat kurang mendapatkan perawatan berkala.
Area sekitar kolam kerap kotor akibat guguran daun kering, dan salah satu kolam pendukung mulai dipenuhi pertumbuhan lumut.
Kendati demikian, dari total beberapa kolam yang berada di lokasi, kolam utama Umbul Gemuling terpantau masih memiliki kandungan air yang jernih dan bersih.
Kolam utama inilah yang rutin dimanfaatkan oleh anak-anak dari desa setempat sebagai sarana bermain pada waktu sore hari.
Muhammad Ferrel (10), anak yang tinggal di desa setempat sering menghabiskan waktu sore bersama rekan-rekannya untuk berenang di kolam utama Umbul Gemuling.
"Airnya segar, dan dekat dari rumah," kata Ferrel, Jumat (22/5/2026).
Kolam utama di Umbul Gemuling memiliki spesifikasi kedalaman berkisar antara 1,5 hingga 2 meter.
Baca Juga: Rowo Jombor Geser Dominasi Wisata Umbul, Pemkab Klaten Bakal Siapkan Lahan Parkir Multifungsi
Untuk mengantisipasi risiko keselamatan bagi anak-anak yang belum mahir berenang, di area pinggir kolam telah disediakan sarana penunjang berupa ban dalam bekas kendaraan untuk pelampung tanpa dipungut biaya.
Kolam yang saat ini kondisinya cenderung sepi tersebut pada masa lampau memiliki fungsi sosiologis bagi generasi tua di wilayah Dukuh Tegalsari.
"Dulu yang sebelah sana biasa buat nyuci baju simbah-simbah. Tapi sekarang sudah enggak lagi," jelas Ferrel.
Meskipun tidak dilengkapi dengan fasilitas penunjang modern, Umbul Gemuling tetap mempertahankan karakteristiknya sebagai ruang publik yang gratis.
Aksesibilitas terbuka tanpa kepemilikan tiket masuk ini menjadi nilai fungsional utama bagi pemenuhan ruang bermain anak-anak di pedesaan Banyudono. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono